4 Kesalahan yang Perlu Kamu Perbaiki Agar Bisnis Kamu Tidak Sepi Peminat

Menjalankan bisnis sendiri memang penuh tantangan dan risiko. Kamu tidak mungkin tidak merasakan kegagalan, namun kamu bisa meminimalisir kegagalan dengan beberapa strategi. Tentunya, strategi-strategi bisnis ini harus kamu gali dan pelajari kapanpun, lewat apapun, dengan siapapun.

Sayang kalau bisnis yang sudah kamu jalankan dengan memakan modal yang besar termasuk dana, waktu, dan tenaga harus menanggung masalah sepi peminat. Rezeki memang sudah ada yang mengatur tapi kalau bisnismu sepi peminat tak berkesudahan, ya tidak boleh dibiarkan.

Berikut adalah 4 kesalahan yang harus kamu perbaiki agar bisnis tidak sepi peminat.

1. Penentuan target pasar yang salah

Kesalahan umum yang terjadi jika bisnis sepi peminat adalah penentuan target pasar yang salah. Coba kupas dan bedah lagi target pasar dalam bisnismu, apakah strategi dan operasional yang selama ini kamu jalankan sudah sesuai dengan karakteristik pasar?

Jika belum, maka kamu harus atur ulang strategimu. Fenomena besar yang baru saja terjadi menimpa salah satu TV swasta adalah tentang penentuan target pasar dan kompetitor. Target pasarmu mungkin benar, caramu menawarkan bisnis juga sudah dianggap mendekati pasar, namun kompetitor juga tidak kehabisan cara untuk bersaing dengan bisnismu.

Ada dua opsi untuk mengatasi masalah ini yakni mereka ulang strategi yang lebih sesuai dengan keinginan pasar atau yang lebih ekstrim adalah mengganti target pasar. Penentuan target pasar ini hal awal yang sangat penting yang akan berpengaruh pada banyak lini bisnis.

Misalnya kamu berjualan popok bayi, berarti target pasarmu adalah ibu-ibu. Kamu berjualan lewat Instagram tapi kamu melakukan promosi pada akun-akun lawak atau endorse selebgram yang asal terkenal, tags tidak sesuai, dan memanggil pelanggan dengan sebutan “guys” atau semacamnya.

Banyak hal yang harus dianalisis mengenai target pasar. Bisnis seharusnya ramai peminat jika target pasarmu tepat karena kamu beranggapan bahwa produk atau jasa ini pasti dibutuhkan oleh target pasarmu.

2. Tidak mencantumkan deskripsi dan gambar produk secara detail

Ada hal-hal yang terlihat sepele padahal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness). Jika kamu bermain di e-commerce atau media sosial, kamu sebaiknya melengkapi deskripsi gambar dan produk secara detail.

Soal ini, banyak tools yang bisa membantu kamu dalam mengoptimasi produk. Contohnya, tools Tubics untuk membantu mengoptimasi YouTube. Kamu akan diarahkan untuk membuat deskripsi dengan baik dan benar. Kata kunci yang dibidik diletakkan di awal, ada link ke luar, minimal 500 kata, kesesuaian tags, dan lain-lain.

3. Kurang melakukan promosi

Alasan mengapa bisnis sepi pelanggan adalah mungkin kamu kurang melakukan promosi. Berinvestasi di kegiatan promosi itu penting untuk menarik pelanggan. Zaman sekarang, kamu bisa menggunakan media sosial untuk promosi. Memasang iklan dengan Facebook ads, Instagram ads, YouTube ads, atau Google ads.

Iklan di media online bisa diatur dan dianalisis secara langsung trafiknya. Kamu juga bisa melakukan promosi secara offline seperti mengikuti bazar, membuka booth di acara-acara seminar, workshop, menjadi sponsor kegiatan CSR, dan lain-lain.

4. Pelayanan yang kurang respon ketika terjadi komplain

Terlalu tua kalau kamu masih menganggap pelanggan adalah raja. Pelanggan bukan raja yang harus terpenuhi segala keinginannya dan kamu sebagai pihak penjual bukan budaknya. Namun, segala ulasan, komentar, testimoni, apalagi komplain tentang baik buruk usahamu dari pelanggan tidak boleh kamu hiraukan.

Pelayanan yang baik adalah kunci bagaimana bisnismu akan berkembang di masa depan. Nilai ini harus kamu tanamkan dan menjadi budaya bisnis atau perusahaan kamu. Usahakan selalu fast response, miliki admin atau customer service yang ramah dan sabar. Pelayanan ini seringkali menjadi hal yang akan diingat pelanggan di samping kualitas produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Nah, jika kamu sudah mau berbenah dengan memperbaiki segala kesalahan, segeralah menganalisis hasilnya. Tentukan target dan inovasi yang membangun perkembangan bisnis. Terpenting,kamu harus memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi dan jangan mudah patah semangat!



Love This Post

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of