Agar Medsos Bisnis Kamu Terkenal, Inilah 5 Langkah yang Harus Dilakukan Ketika Membangun Tim Medsos!

Memiliki bisnis tanpa memiliki media sosial? Wah, hati-hati ketinggalan zaman. Media sosial saat ini merupakan senjata ampuh bagi bisnis untuk meningkatkan awareness dan mencari massa.

Tidak dipungkiri, kehadiran media sosial sangat penting untuk menunjang keberhasilan bisnis. Namun, memiliki media sosial tidak boleh asal posting. Ada strategi-strategi yang harus kamu lakukan agar media sosialmu tidak sekedar akun gaya, lebih dari itu, media sosial sebagai investasi bisnis.

Hal penting yang harus kamu bangun ketika ingin memiliki media sosial adalah mempersiapkan tim. Tim media sosial yang kompak, up to date, berwawasan luas, dan cermat dalam menganalisis data dapat membuat bisnis kamu terkenal dan berkembang.

Simak 5 langkah berikut untuk membangun tim medsos.

1. Kenali situasi bisnis kamu


Sebelum kamu mulai merekrut tim media sosial kamu harus pintar-pintar meninjau situasi bisnismu.

Tiga hal yang harus kamu perhatikan adalah budget, sumber daya manusia, dan perlengkapan yang dibutuhkan tim media sosial.

Perkara budget, kamu harus menentukan berapa dana yang ingin kamu keluarkan untuk berinvestasi di media sosial. Menggaji tim media sosial, meningkatkan skill tim, biaya iklan, serta perangkat atau tools.

Kemudian soal SDM, adakah tim kamu yang sebelumnya tidak memegang media sosial bisa dipercaya untuk mengaturnya? Jika ada, kamu tidak perlu merekrut lebih banyak orang lagi. Mungkin hanya satu orang Social Media Manager. Kamu juga harus membekali tim media sosial dengan beberapa seminar, workshop, atau online course.

Tidak kalah penting, perlengkapan yang dibutuhkan juga harus kamu pertimbangkan agar media sosial beserta timmu dapat berjalan maksimal. Perlengkapan yang dibutuhkan seperti kamera, laptop, Adobe Photoshop, Instagram analytic tools, Follow liker, dan lain-lain.

2. Tulis apa saja tujuan dibuatnya akun media sosial untuk bisnis

Sebagaimana kamu merancang bisnis secara keseluruhan, kamu juga harus menentukan tujuan menggunakan media sosial untuk bisnismu itu apa. Apakah hanya sekedar portfolio, layanan customer care, branding, atau memang fokus jualan di media sosial. 

Tunjuk pula media sosial apa yang cocok untuk bisnismu. Apakah Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dan lain-lain. Setiap media sosial punya karakter yang berbeda. Tidak semua media sosial cocok untuk setiap industri atau bisnis.

Pengaturan tujuan ini penting untuk menentukan seperti apa tim yang kamu inginkan nantinya. Keterampilan apa yang harus dikuasai oleh tim media sosialmu. Serta berguna untuk menentukan target pencapaian (KPI) tiap bulannya. 

3. Tentukan berapa orang yang akan mengelola

Berkaitan dengan poin di nomor 1, budget dan SDM yang ada juga sangat menentukan berapa orang yang kamu butuhkan untuk mengelola media sosial bisnismu. Tentukan ukuran tim sesuai dengan tujuan membuat media sosial.

Biasanya tim media sosial minimal terdiri dari tiga orang, berikut adalah beberapa posisi yang dibutuhkan untuk tim media sosial yang komplit:

A. Social Media Admin

B. Social Media Strategist

C. Social Media Manager

D. Social Media Analyst

E. Photographer & Videographer

F. Video Editor

G. Graphic Designer

4. Tentukan peran setiap anggota dalam tim media sosial

Berdasarkan poin nomor 3, kamu harus menentukan peran masing-masing anggota tim dengan melihat ahlinya di bagian apa. Untuk menentukan peran ini, kamu bisa melihat karakternya serta bisa memberikan tes tentang pengelolaan media sosial.

Berikut adalah peran berdasarkan posisi di media sosial:

A. Social Media Admin: posting, menjawab komentar, berinteraksi dengan pelanggan

B. Social Media Strategist: membuat konten, mengatur jadwal, menciptakan ide-ide baru seperti kompetisi, gimmick, dan lain-lain

C. Social Media Manager: membawahi dan menengahi semua anggota tim, melakukan riset kompetitor, menentukan tema media sosial, dan mengatur semua kebutuhan anggota tim terkait divisi media sosial

D. Social Media Analyst: melakukan analisis media sosial, investigasi, laporan bulanan, menentukan target apa yang harus dicapai

E. Photographer & Videographer: melakukan dokumentasi foto dan video produk, profil perusahaan, dan liputan testimoni pelanggan

F. Video editor: melakukan penyuntingan video

G. Graphic designer: melakukan penyuntingan gambar dan foto

5. Bentuk budaya kerja dan workflow tim

Terlihat sepele padahal penting, budaya kerja dan workflow tim sangat dibutuhkan demi keberhasilan optimasi media sosial untuk bisnis. Setiap anggota tim harus memprioritaskan pekerjaan sesuai dengan job description.

Pastikan proses penggarapan media sosial berjalan sesuai workflow. Kamu bisa menentukan di awal atau memberi arahan pada Social Media Manager. Biasanya, workflow bisa berubah-ubah sesuai dengan kenyamanan tim.

Sudah siap untuk memulai optimasi media sosial? Semoga bermanfaat dan semoga mendapatkan tim media sosial yang handal dan berkualitas ya!




Love This Post

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of