Susun Proposal Bisnis Kamu dengan Baik, Agar Investor Tertarik!

susunan proposal

Kalau kamu punya segudang ide bisnis yang jenius (dan sudah punya sumber daya manusia yang membantu), eh, tapi ada sedikit kendala keuangan, jangan diam di tempat dan menunggu wangsit datang. Tuangkan semua idemu dalam sebuah proposal, yang bisa kamu ajukan ke para investor yang sesuai.

Yup, langkah untuk mewujudkan ide bisnis menjadi kenyataan adalah dengan menulis rencana bisnis yang menjadi ‘media’ untuk meyakinkan para investor kalau kamu punya pemahaman bisnis yang cukup dan bisnismu punya prospek yang bagus.

Lantas, bagaimana sih membuat proposal bisnis yang baik itu atau seperti apa sih proposal bisnis yang baik itu? Berikut Hepi Inc. telah merangkumnya spesial buat kamu. Simak, ya!

1. Tulis porposal usaha secara jelas dan singkat

Proposal bisnis haruslah to the point, tapi ‘berisi’. Dalam artian, kamu enggak perlu bertele-tele panjang lebar, langsung tembak pada hal-hal penting yang ingin kamu ungkapkan pada calon investor, seperti penjelasan tentang ide bisnis yang ingin diwujudkan, penjualan yang harus dilakukan, margin bisnis yang akan didapat, budget, dan tentu saja prospek bisnis kamu ke depannya.

Jangan lupa tuliskan juga hambatan-hambatan yang mungkin dihadapi dan apa solusi yang telah kamu tawarkan untuk menghadapi permasalahan tersebut. Jika kamu mampu merangkumnya dalam sebuah proposal yang baik dan meyakinkan, investor tak butuh berpikir dua kali untuk membantumu.

2. Pakailah gambar atau infografik agar terlihat menarik

Setelah berhasil menuangkan poin-poin yang ingin disampaikan dengan singkat, padat, dan jelas, sertakan elemen visual seperti gambar atau infografik yang membantu proposalmu agar lebih menarik dan lebih ‘enak’ dibaca (serta mudah dipahami). 

Eits, tapi ingat, jangan berlebihan, ya, dan pastikan gambar atau infografik yang kamu masukkan sesuai dengan poin-poin yang ingin kamu ajukan.

3. Hindari penggunaan kata-kata yang tidak penting

Jangan menggunakan istilah-istilah asing yang sulit dimengerti. Ingatlah bahwa tak semua orang tahu istilah yang kamu gunakan, lebih baik gunakan bahasa yang dipahami secara luas agar pihak yang membaca proposalmu mengerti.

Kecuali jika memang itu terkait istilah-istilah bisnis, tapi kamu bisa menambahkan keterangan di dalam kurung untuk berjaga-jaga.

4. Jangan asal comot atau copy-paste proposal usaha lain

Ini nih yang penting banget. Kalau memang belum pernah bikin proposal bisnis atau tidak ada bayangan, melihat proposal usaha lain untuk referensi boleh. Namun jangan di-copy paste atau diganti nama usahanya saja.

Selain dicap plagiat, kamu akan kesulitan saat diminta untuk menjelaskan proposal tersebut. Lebih baik pahami baik-baik dan buat proposalmu sendiri dari nol.

5. Gunakan gaya bahasa yang persuasif

Namanya juga ‘merayu’ agar investor luluh, ya gunakan bahasa atau alur penulisan yang persuasif. Aturlah sedemikian rupa penggunaan kata atau visual agar investor penasaran dan tertarik dengan apa yang kamu tawarkan. Namun ingat, jangan menawarkan janji palsu, ya, atau jangan menggunakan bahasa yang terlalu melebih-lebihkan. Tanpa adanya rencana bisnis yang jelas dalam bentuk proposal, kamu akan kesulitan meyakinkan investor. Dengan membuat proposal bisnis yang baik dan memenuhi kriteria di atas, kesempatan untuk mengubah ide bisnis menjadi kenyataan akan terbuka lebar. Selamat mencoba!

Love This Post

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of