20 Istilah Dalam Marketing Yang Wajib Banget Kamu Ketahui!

Bekerja itu enggak hanya memahami job desc yang diberikan, kamu juga harus memahami istilah-istilah yang berkaitan dengan ruang lingkup pekerjaanmu. Baik secara langsung maupun enggak langsung, mengetahui istilah-istilah tersebut akan membantu memudahkan pekerjaan.

Nah, buat kamu yang berkecimpung di dunia bisnis, terutama yang menggeluti dunia marketing atau internet/digital marketing, ada beberapa istilah nih yang wajib kamu ketahui. Beberapa mungkin sudah enggak asing lagi di telinga, tapi ada juga istilah yang mungkin belum kamu dengar sebelumnya (terutama buat yang baru terjun ke dunia  bisnis atau digital marketing).

Kira-kira istilah apa saja? Berikut Hepi.inc telah merangkum 20 istilah yang sering digunakan dalam dunia marketing. Simak ya…

1. Hashtag

Buat Kawan Muda yang aktif di media sosial, tentu sudah enggak asing lagi dengan istilah ini. Namun, tahu enggak sih apa fungsi memberikan hashtag atau tanda ‘#’ pada postingan kamu? Apakah ini hanya sebuah tren semata karena semua orang menggunakannya?

Fungsi penggunaan hashtag adalah untuk meningkakan popularitas kamu di media sosial. Yup, ketika  hashtag yang digunakan populer, orang akan mudah menemukan akun media sosialmu. Biasanya nih, perusahaan akan menggunakan hashtag unik untuk mempromosikan bisnis atau produk mereka.

2. Social Influencer

Di zaman sekarang, keberadaan social influencer sangat penting dan menjadi cara yang efektif untuk mempromosikan produk, meningkatkan brand awareness, mendorong pertumbuhan sosial, dan meningkatkan Return On Investment (ROI). Lantas, siapa saja sih yang bisa disebut social influencer?

Social influencer adalah mereka yang mengetahui produk kamu dengan baik (mereka yang ahli di bidang tertentu) serta bisa menyuarakan pendapatnya melalui berbagai platform media sosial (Instagram, YouTube, Blog, Twitter, dan sebagainya) atau orang-orang yang punya followers atau audience yang cukup banyak di media sosial dan  mereka punya pengaruh yang kuat terhadap followers mereka (misalnya artis, blogger, youtuber, dan lain sebagainya).

3. Promoted

Selain mengunggah foto produk di akun media sosial, Kawan Muda juga harus ‘memasarkan’ atau ‘memperluas jangkauan’ foto-foto yang kamu unggah. Kalau hanya diunggah saja ya yang tahu hanya orang-orang yang follow kamu saja. Oleh karena itu kamu harus memperluas jangkauannya agar orang semakin mudah mengenal merk atau produk kamu.

Cara memperluas jangkauan ya melalui fitur promote (ads manager) yang ditawarkan masing-masing platform media sosial. Dengan memanfaatkan fitur ini, jangkauan postingan bisa diperluas sehingga orang yang enggak follow pun bisa melihat dan mengetahui foto kamu.

4. Blogosphere

Adalah suatu interkoneksi antarblog yang tergabung dalam sebuah domain dan domain tersebut tergabung dalam internet, misalnya saja nih Blog Top Site. Apa sih fungsi/manfaat blogosphere?

Layaknya sebuah komunitas, blogosphere memberikan jalinan komunikasi antar blogger, memberi akses postingan yang populer dan tren, memberikan update artikel sebuah blog, dan masih banyak yang lainnya.

5. Twitterverse atau Twittersphere

Kalau yang sebelumnya adalah sebutan untuk ‘dunia blog’, kalau yang satu ini adalah sebutan untuk dunia di Twitter. Twitterverse juga bisa merujuk pada tempat di mana semua orang yang aktif menggunakan Twitter bisa berkumpul dan menggunakan Twitter.

6. Go viral

Dalam dunia digital marketing, isilah go viral merujuk pada penyebaran konten atau produk secara luas kepada target market atau pada khalayak umum. Melalui metode go viral ini, orang yang mengetahui konten atau produk kita juga bisa ikut menyebarkan konten atau produk kita pada orang lain yang lebih potensial.

7. Vlogging

Merupakan gabungan dari kata video dan blogging, sebuah kegiatan membuat (merekam), mengedit, dan mengupload sebuah video ke blog, misal ke YouTube. Di zaman sekarang, pendekatan ini bisa dimanfaatkan agar konten pemasaran terlihat unik dan menarik (informatif) bagi para target market.

8. Second screen

Istilah ini biasanya dikaitkan dengan Smart TV atau televisi yang bisa melakukan 2 aktivitas berbeda. Yup, selain bisa dipakai menonton TV, kamu bisa mengirim atau mengecek akun media sosial melalui Smart TV tersebut.

9. H2H

Buat kamu yang berkecimpung di dunia bisnis mungkin sudah enggak asing lagi dengan istilah business to business (B2B) atau business to consumen (B2C). Sekarang ada lagi nih istilah human to human (H2H), sebuah metode pemasaran yang lebih individual dan menggunakan gaya komunikasi yang lebih intim. Kampanye pemasaran yang digunakan lebih fokus pada pengalaman manusia dan posisi perusahaan sebagai teman, bukan sebuah bisnis.

10. Conversation marketing

Adalah cara yang digunakan untuk membangun komunikasi langsung dengan konsumen dan memicu adanya percakapan antara keduanya. Bisa dibilang conversation marketing adalah penerapan dari H2H yang dijelaskan pada poin sebelumnya. Misalnya, kamu membuat postingan di Facebook yang mengajak follower memberikan pertanyaan atau menyampaikan pendapat. Dari sinilah akan muncul pertanyaan dan kamu membalasnya sehingga terjadi komunikasi.

11. User generated content

User generated content atau UGC adalah konten yang dihasilkan dari user atau penggunanya sendiri. Yup, dengan menerapkan ini kamu enggak harus membuat konten baru untuk di-posting di website karena bisa mengambil foto, video, atau testimonial dari pelanggan atau pengguna.

UGC dinilai sebagai salah satu alat dengan potensi marketing yang besar dan diklaim efektif dalam meningkatkan reputasi brand di mata pengguna.

12. Freemium

Sebuah model bisnis yang mana perusahaan memberikan produk secara gratis untuk mereka yang membeli dalam jumlah tertentu atau produk premium, seperti Skype, Dropbox, dan LinkedIn. Manfaat dari menggunakan model bisnis ini adalah bisa menawarkan produk secara gratis sehingga bisa membangun komunitas besar untuk para konsumen yang puas.

13. Brand storytelling

Cara mempromosikan brand melalui cerita, entah itu cerita para pelanggan atau bisnis/perusahaan kamu sendiri. Cerita atau story dianggap mampu menyentuh hati dan emosi seseorang, serta melalui cerita atau story dapat menggerakan seseorang untuk melakukan suatu action atau tindakan.

14. Snackable content

Layaknya camilan ringan, konten yang diunggah dan dibagikan di media sosial juga harus mudah ‘dicerna’ oleh pembacanya dan bentuknya enggak besar-besar sehingga mudah masuk ke ‘mulut’. Dalam artian, konten harus mudah dibaca, mudah dicerna (singkat tapi jelas, enggak terlalu jelas), dan bersifat sosial (bisa dinikmati semua kalangan).

15. Emoji

Emoji adalah sebuah gambar karakter yang mengekspresikan perasaan yang enggak dapat diungkapkan oleh kata-kata ketika kamu berkomunikasi melalui aplikasi chatting. Nah, ada juga yang disebut emoticon. Bedanya dengan emoji adalah emoticon menggunakan tanda baca untuk merepresentasikan ekspresi wajah. Misalnya “: – )” untuk tersenyum.

16. Selfie

Selfie adalah foto yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera smartphone atau jenis kamera lainnya. Strategi selfie sangat ampuh digunakan untuk mempromosikan produk dan efektif dalam menjaring pelanggan baru. Kamu bisa meminta pelanggan atau influencer untuk berselfie dengan produk yang dibeli atau didapatkan dari kamu.

17. Gifs and meme

Gif yang merupakan kependekan dari Graphics Interchange Format adalah sebuah gambar berulang. Sedangkan meme adalah gambar lucu dengan tambahan kata-kata atau tulisan untuk tujuan melucu atau menghibur.

18. Catfishing

Adalah kegiatan penipuan yang dilakukan di media sosial atau internet. Catfishing biasanya dilakukan melalui penggunaan akun-akun palsu di media sosial.

19. Trolls

Troll atau internet troll adalah orang yang memposting pesan-pesan provokatif, berbeda dari yang lain, dan biasanya enggak nyambung dengan topik , baik di media sosial, blog, atau forum. Nah, tujuannya macam-macam, mulai dari memancing emosi, iseng, atau memprovokasi untuk mengganggu berlangsungnya sebuah diskusi.

20. Infographic

Adalah bentuk penyajian data dengan menekankan sisi visual; memadukan teks dan gambar sehingga data lebih menarik dan eye catching. Konten infografis kini lebih digandrungi karena pembaca lebih mudah memahami maksud konten yang disampaikan.

Itulah 20 istilah yang sering digunakan dalam digital marketing atau internet marketing. Kamu harus memahaminya nih agar enggak terjadi kesalahan atau kesalahpahaman dalam menjalankan pekerjaan. Ehm, biar enggak dicap ketinggalan zaman juga sih :”)

Love This Post