Sukses Nggak Kenal Usia, 5 Miliarder Ini Memulai Bisnis Dari Usia 30an!

Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Kyle Jenner dinobatkan sebagai salah satu dari 60 Perempuan Pengusaha Terkaya (Richest Self-Made Women) di Amerika versi majalah Forbes. Semua gara-gara bisnis lipstik dan pensil bibir yang dirintisnya sejak tahun 2016 silam!

Hal ini tentu saja membuat anak muda seusianya atau bahkan yang lebih tua dari Kylie berdecak kagum dan berkomentar ‘Hemm, dulu kita usia 20 tahun ngapain, ya?’, ‘Cuma jualan lipstik doang, lho, bisa jadi orang kaya’, ‘Gila, dulu kita usia 20 tahun lagi sibuk galau mikirin kuliah dan… gebetan!’, atau ‘Astaga, ini anak muda umur 20 aja udah jadi pengusaha sukses. Lha, gue, masih aja jadi pegawai, gaji pas-pasan lagi!’.

Beberapa dari kamu mungkin menyesal, kenapa ya enggak produktif sejak muda? Eits…tapi jangan bersedih atau bermuram durja setelah menyadari bahwa di usiamu yang sekarang belum ada pencapaian besar dalam hidup. Mendadak iri melihat anak muda yang bisa sukses di usia muda boleh, tapi jangan membuatmu patah arang.

Karena setiap orang tuh punya jalan hidupnya masing-masing. Yup, mau usia 30, 40, atau bahkan 50 tahun sekalipun, kamu masih bisa kok memulai bisnis dan menjadi pebisnis handal. Seperti lima miliarder ini.

Siapa sangka kalau mereka baru memulai usahanya di usia yang bisa dibilang sudah cukup matang, yaitu usia 30-an. Namun usaha dan kerja keras dalam merintis bisnis akhirnya mengantarkan mereka ke tangga kesuksesan. Yup, enggak ada kata terlambat, kok, untuk sukses!

1. Tim Westergren

Sebelum dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time, Tim Westergren hanyalah seorang komposer musik paruh waktu. Karirnya bahkan enggak begitu menghasilkan karena dia masih ‘ikut’ sutradara yang bekerja dengannya.

Tim pun tak bisa mengeksplor selera dan kemampuan bermusiknya karena pilihan musik disesuaikan dengan sutradara. Hingga akhirnya dia menciptakan Pandora, penyedia layanan radio internet (atau web radio), di tahun 2010 saat usianya 35 tahun dan menjadikannya salah satu pengusaha sukses dan orang berpengaruh versi majalah Time.

2. Milton Hershey

Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan merk cokelat Heshey. Tahu enggak, perusahaan cokelat tersebut didirikan oleh Milton Hershey di usianya saat usianya 37 tahun! Hershey yang putus sekolah sejak berusia 13 tahun akhirnya memilih bekerja di pabrik pembuatan permen.

Dari situlah dia mendapatkan ide untuk membuka toko permen miliknya, tapi gagal. Ketika berusia 26 tahun, dia berhasil mendirikan perusahaan Lancaster Caramel. Namun fokus usahanya dialihkan ke produksi cokelat susu dan melahirkan Perusahaan Cokelat Hershey di tahun 1893.

3. Gordon Moore

Ketika berusia 27 tahun, Gordon Moore bergabung dengan tujuh teknisi berbakat dan menciptakan Fairchild Semiconductor. Bisa dibilang ini adalah karir pertama Moore. Sayang, setelah sepuluh tahun berjalan, perusahaan tersebut mengalami stagnasi dan frustasi. Moore pun memutuskan keluar dan memulai bisnisnya sendiri (bersama mitranya Bob Noyce), Intel, di usianya yang telah menginjak 38 tahun.

4. Jan Koum

Pencipta WhatsApp, Jan Koum, harus melewati perjalanan yang lumayan panjang hingga akhirnya bisa menjadi sesukses sekarang. Koum menjadi imigran di AS sejak usianya 16 tahun. Hidupnya tak mudah karena mengandalkan kupon makanan dan bekerja sebagai tugas kebersihan.

Dia mulai belajar coding saat berusia 18 tahun dan sempat  kuliah namun tak selesai. Koum kemudian berkarir di Yahoo! selama sepuluh tahun sebelum akhirnya memutuskan keluar dan merintis WhatsApp di usia 32 tahun.

5. Jack Ma

Pengusaha yang satu ini juga memiliki kisah yang tak kalah inspiratif dengan keempat tokoh di atas. Jack Ma baru memulai bisnisnya ketika dia berusia 35 tahun. Kesadaran untuk berbisnis muncul setelah dia mengunjungi Amerika Serikat empat tahun sebelumnya.

Menyadari betapa besar peluang yang ada bagi perusahan-perusahaan internet di Tiongkok, Jack Ma pun akhirnya mengajak teman-temannya untuk berinvestasi pada ide marketplace-nya—yang kelak menjadi Alibaba.

Siapa sangka, Jack Ma yang dulunya digaji sebesar 12 dolar saja per bulannya atau sekitar Rp 172 ribu saja kini telah menjadi pemimpin perusahaan yang bernilah 46,6 miliar dolar!

Sukses di usia muda memang menjadi impian banyak orang. Namun, tak semua orang bisa meraih kesuksesannya di usia yang sangat muda. Bukan berarti juga orang yang sudah berumur tak bisa sukses atau memulai usahanya dari nol.

Karena kesuksesan pada dasarnya bukan ditentukan oleh umur, tetapi niat dan kerja keras masing-masing orang. Usia berapa pun, jika punya mentalitas dan pengetahuan yang tepat, mencapai sukses bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Love This Post

3 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Unik, Biar Pembaca Betah Berlama-lama di Situs Kamu!

Aktivitas blogging atau nge-blog semakin hari semakin diminati banyak orang. Ya, tak hanya mereka yang berkeinginan menjadi penulis saja yang berbondong-bondong memamerkan karya di blog atau website pribadi.

 Blog atau website pribadi kini menjadi sarana bagi banyak orang untuk mencari koneksi, menjadi populer, atau bahkan sarana untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Meskipun membuat blog terkesan mudah (karena sudah banyak situs yang memudahkan kita mengelola blog atau website secara otodidak), membuat pembaca betah berlama-lama atau rajin mampir di blog kamu bukanlah hal yang mudah.

Selain tampilan blog atau situs yang menarik, artikel dan informasi yang ada dalam blog atau situs kamu juga harus ‘unik’ dan ‘menjual’. Nah, mungkin sekarang kamu bertanya-tanya, artikel seperti apa sih yang menarik dan bias membuat pembaca betah berlama-lama? Simak ya ulasannya berikut ini.

1. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti semua orang

Bahasa yang terlalu berbelit-belit atau ‘ketinggian’ bisa membuat orang cepat bosan dan memilih untuk meninggalkan situs kamu. Ya, kecuali kamu memang mengkhususkan situs untuk niche tertentu. Namun, jika pengin situsmu dikenal atau dibaca semua kalangan, apalagi anak muda, gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti.

Jika ingin menulis artikel yang ‘berat’ sekalipun, gunakan bahasa atau diksi yang mudah dimengerti. Penggunaan bahasa yang sederhana, dalam artian tidak bertele-tele dan jelas, akan memudahkan pembaca dalam memahami topik yang kamu bahas. Dengan begitu, pembaca enggak akan ragu untuk mampir kembali ke situsmu.

2. Cobalah banyak membaca buku atau referensi lain

Salah satu kunci agar artikel kamu berkembang adalah dengan membaca sebanyak-banyaknya. Ya, dengan banyak membaca, tak hanya pengetahuan baru saja yang akan kamu dapat, tetapi juga bisa menambah perbendaharaan kata serta membantumu menemukan gaya tulisan yang kiranya menarik.

Tulisanmu mungkin sedikit kaku pada awalnya. Nah, untuk membuatnya lebih enak dibaca pembaca, cobalah untuk membaca buku atau referensi lain sebanyak-banyaknya. Kamu pun bisa membaca banyak situs yang memiliki konsep serupa dengan situsmu.

3. Tawarkan gaya bahasa yang unik pada pembaca

Cara penyampaian yang unik bisa membuat pembaca betah berlama-lama atau makin rajin mengunjungi situsmu. Ya, kamu harus bisa menemukan keunikan dari tulisanmu, misalnya saja gaya bahasanya yang khas.

Bagaimana cara mendapatkan gaya bahasa yang khas? Semua kembali lagi ke poin sebelumnya, kamu harus banyak membaca agar bisa menemukan ‘bentuk’ tulisan yang cocok untuk situsmu.

Itulah tadi tiga cara mudah untuk membuat pembaca atau pengunjung situs betah berlama-lama membaca tulisanmu. Memang sih, untuk mendapatkan pembaca setia bukanlah hal yang mudah. Namun dengan menerapkan tiga hal di atas, tulisanmu perlahan-lahan akan menjadi lebih baik.

Oh ya, rajin-rajinlah menulis jika ingin menghasilkan artikel yang professional dan menarik untuk situsmu. Selamat mencoba, ya!

Love This Post