Modal Kreativitas Saja, Kamu Bisa Loh Menjalani 10 Ide Bisnis Ini!

Dewasa ini, dunia bisnis menjadi ladang yang subur dan banyak dilirik kaum milenial. Hepi People mungkin sempat kepikiran, nih, untuk mencoba berkarir sebagai entrepenur. Masalahnya, enaknya berbisnis apa, ya?

Dengan menjamurnya bisnis baru, tentu Hepi People harus lebih kreatif lagi dong agar bisnis kamu bisa menarik perhatian pasar.  Nah, kali ini Hepi Inc akan mengulas beberapa ide bisnis kreatif yang bisa jadi inspirasi buat produk atau bisnis baru kamu. Yuk, intip!

1.Beautypreneur

Profesi yang satu ini tentu sudah enggak asing lagi, dong. Yup, beautypreneur adalah bisnis yang berfokus pada bidang kecantikan. Dengan banyaknya beauty vlogger, minat masyarakat pada produk makeup dan skincare semakin tinggi.

Kamu bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mengembangkan bisnis. Misalnya, dengan menjual berbagai peralatan makeup, seperti brush sekaligus alat pembersihnya, atau rak akrilik unik untuk tempat alat-alat makeup.

2. Crafters

Ide bisnis kreatif yang satu ini cocok banget buat kamu yang jago desain atau suka bikin kerajinan tangan. Kamu tinggal melihat saja kebutuhan sederhana apa yang banyak digunakan orang dan sifatnya everlasting . Misalnya saja nih, kartu ucapan, undangan penikahan, sarung bantal, atau boneka/selempang wisuda.

3. Florist

Bisnis bouquet bunga mungkin hanya rame pada momen-momen tertentu. Namun jangan meremehkan ide bisnis yang satu ini. Apalagi harga bouquet bunga yang dijual di Instagram terbilang mahal dan bisa jadi ladang bisnis yang menjanjikan.

4. Personal shopper

Pernah belanja via jastip alias jasa titip di Instagram? Nah, kamu bisa mencoba ide bisnis yang satu ini. Kamu bisa membantu orang-orang mendapatkan barang yang diinginkan tanpa harus keluar rumah atau bahkan keluar kota (atau luar negeri).

Menjadi personal shopper sebenarnya mudah, kok. Namun kamu wajib paham tren mode yang sedang digandrungi.

5. Dekorasi kue

Jangan sia-siakan bakat memasakmu. Jika sudah terbiasa membuat kue untuk diri sendiri dan keluarga besar, kini saatnya memarkan karyamu secara luas. Itung-itung bisa menambah pendapatan juga.

Tinggal riset saja, sih, kue apa yang kiranya belum ada di daerah sekitarmu atau mungkin memodifikasi kue yang sudah umum sehingga menjadi hal yang baru dan mampu menarik perhatian masyarakat untuk mencobanya.

6. Blogger

Di era serba digital seperti sekarang, berprofesi sebagai blogger adalah bisnis yang amat menjanjikan. Apalagi jika kamu berhasil digaet oleh perusahaan besar atau merk kenamaan untuk menjadi brand ambassador, spoke person, atau mungkin key opinion leader untuk produk mereka.

Kalau kamu punya kemampuan menulis atau membuat konten menarik, jangan ragu-ragu untuk merintis blog pribadimu sekarang juga.

7. Katering sehat

Semakin ke sini, kebutuhan kaum milenial akan konsumsi makanan yang sehat semakin tinggi. Karena rutinitas sudah padat, mereka enggak mau nih hidupnya semakin enggak sehat dengan mengonsumsi junk food atau semacamnya.

Peluang katering yang fokus pada makanan sehat pun semakin terbuka lebar. Kamu bisa memilih ide bisnis kreatif ini. Mulailah dengan riset  mengenai nutrisi makanan dan menu makanan untuk bisnis kamu nantinya (kamu mungkin bisa bertanya pada teman atau kerabat yang ahli di bidang ini).

8. Party Planner

Meski menjadi seorang party planner tantangannya sangat besar, bisnis kreatif yang satu ini lagi booming banget dan sepertinya akan terus dibutuhkan ke depannya. Siapa sih yang enggak butuh merayakan sesuatu? Iya enggak?

9. Make Up Artist

Kamu suka banget merias wajah dan riasanmu sudah diakui oleh teman atau keluarga? Bisa nih dikembangkan menjadi sebuah bisnis. Jasa MUA di Indonesia benar-benar laris manis, lho. Jadi jangan lewatkan kesempatan ini. Lumayan, kan, bisa dapat tambahan pendapatan dari hobi yang kamu geluti?

10. Fotografer

Kamu yang punya hobi di bidang fotografi juga bisa membuka usaha fotografi. Ya, di mulai dengan jadi fotografer untuk wisuda, fotografer traveling, atau fotografer kuliner. Baru deh nanti bisa berkembang ke bisnis fotografi yang lebih profesional, seperti fotografer pre-wedding misalnya. 

Bagaimana Hepi People? Sudah dapat pencerahan belum kira-kira mau menjalankan bisnis kreatif yang mana?

Sumber: https://glints.com/id/lowongan/ide-bisnis-kreatif/

Love This Post

Walaupun Tanpa Pengalaman, 5 Pengusaha Ini Bisa Sukses!

Jangan coba-coba berbisnis kalau enggak punya pengalaman…

Saran tersebut sebenarnya ada benarnya juga. Meskipun sekarang ini banyak orang yang dengan mudahnya membuka usaha sendiri dan sukses, tak semua orang bisa bernasib sama.

Namun juga sebaliknya, bisa saja orang yang enggak punya pengalaman sama sekali, berhasil membangun bisnisnya dari nol.  Tanpa pengalaman, semua mungkin tampak sulit dilakukan.

Akan tetapi, jika kamu punya niatan dan kemauan untuk belajar, mendirikan usaha sendiri tanpa pengalaman pun sepertinya bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Seperti pengalaman lima pengusaha sukses di bawah ini Hepi People.

Mereka memulai bisnis tanpa ada pengalaman berbisnis sama sekali dan hanya punya sedikit modal. Siapa sangka, kerja keras mereka ternyata berbuah manis. Siapa sajakah mereka?

1. Andrew Carnegie

Salah satu orang terkaya sepanjang sejarah dunia ini bukanlah orang yang terlahir dari keluarga kaya atau pernah belajar bisnis di bangku sekolah. Dia hanyalah seorang imigran yang putus sekolah dan menjalani pekerjaan lepas untuk menyambung hidup.

Yup, Andrew Carnegie sempat bekerja di pabrik kapas sebagai pemintal kapas. Dia kemudian bekerja sebagai operator telegraf di Pennsylvania Railroad Company. Di situ dia bertemu Thomas A. Scott yang mengajarinya banyak hal, termasuk menginvestasikan pendapatannya di perusahaan besi dan baja. Keuntungan yang didaptkan Andrew kemudian menjadi modal awalnya membangun industri baja-nya yang sukses.

2. John Paul DeJoria

Hepi People pasti kaget deh setelah tahu kalau miliarder John Paul Dejoria dulunya adalah seorang bandit dan gelandangan!

Lelaki keturunan Yunani-Italia-Amerika ini lahir dari keluarga miskin. Masa kecilnya dihabiskan dengan berjualan Koran dan kartu natal. Ketika remaja, dia menjadi bandit jalanan dan memiliki anak di usia yang sangat muda.

Karena harus menghidupi diri sendiri dan anaknya, John sempat menjadi pemulung botol bekas, supir truk, petugas kebersihan, penjaga toko, dan salesman. Pengalamannya sebagai salesman membangkitkan naluri bisnis dalam jiwanya. John  pun memberanikan diri meminjam modal untuk membangun bisnisnya sendiri.

Dia menggandeng temannya Paul Mitchell dan mendirikan John Paul Mitchell System, yang kini menjadi salah satu produsen sampo dan produk kesehatan rambut terkenal di AS.

3. Harland Sanders

Pemilik usaha waralaba KFC ini tak memiliki pengalaman sama sekali di bidang bisnis. Dia sempat mencoba peruntungan dengan berbisnis kapal feri dan lampu asetelin. Sayang, bisnis yang dijalani tersebut enggak berjalan mulus.

Dia kemudian bekerja sebagai salesman, tapi tak berlangsung lama karena perusahaannya bangkrut. Di tahun 1924, Sanders diminta untuk menjalankan salah satu stasiun pengisian bahan bakar milik Standard Oil of Kentucky. Lagi-lagi stasiun tersebut ditutup saat Depresi Besar.

Namun Sanders ditawari tempat di bekas pom bensin tersebut untuk menjalankan bisnis. Dia pun memilih bisnis masakan ayam goreng, meski enggak punya keahlian masak sama sekali. Sempat jatuh bangun, usaha masakan ayam goreng milik Sanders akhirnya berhasil sukses dan mendunia.

4. Joyce Hall

Sama seperti pengusaha sebelumnya, pendiri usaha kartu ucapan Hallmark ini bukanlah berasal dari keluarga kaya atau memiliki latar belakang di bisnis kartu ucapan. Akan tetapi Joyce Hall memiliki pengalaman berjualan parfum. Dari berjualan parfum dia kemudian memulai usaha bisnis kartu pos grosir ke toko-toko souvenir dan toko buku.

Sayangnya, kebakaran besar membuat semua persediaan kartu yang siap dijual ludes dan membuatnya rugi besar. Joyce Hall pun memutuskan membuat kartu ucapan sendiri. Dia meminjam sejumlah modal untuk membeli perlengkapan membuat kartu. Siapa sangka, berawal dari sebuah musibah, dia berhasil mendirikan perusahaan kartu ucapan miliknya sendiri.

5. Jan Koum

Menjadi imigran di Amerika sejak usia 16 tahun dan terpaksa makan dari kupon makanan program pemerintah. Ya, perintis aplikasi WhatsApp ini tak berasal dari dari keluarga pengusaha. Dia pun nggak mengenyam pendidikan formal di bidang ilmu komputer.

Namun ketertarikannya di bidang ilmu komputerlah yang membuat Jan Koum belajar ilmu komputer secara otodidak. Karena kemampuannya, dia berhasil menarik perhatian Yahoo! dan menjadi insinyur infrastruktur di sana. Setelah beberapa tahun bekerja di Yahoo! dia mulai membuat aplikasi sendiri dan meluncurkan WhatsApp di tahun 2009 silam.

Kisah pengusaha sukses di atas menjadi bukti bahwa tanpa pengalaman yang mumpuni, seseorang bisa menjadi pengusaha sukses.  Dan bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Mungkin Hepi People bisa mengikuti jejak orang-orang sukses di atas. Namun ingat, jangan pernah lelah untuk belajar hal baru, karena itulah kunci kesuksesan yang sebenarnya.

Love This Post