Ciri-Ciri Perusahaan dengan Budaya Kerja yang Positif.

Budaya kerja yang positif adalah elemen yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Nah, budaya tersebut diciptakan dengan tujuan membuat karyawan lebih produktif dan mencapai hasil yang sejalan dengan visi perusahaan.

Suka dengar, kan, karyawan yang resign dengan alasan budaya kerja perusahaannya enggak mendukung mereka untuk berkembang atau membatasi kreativitas karyawan? Itulah yang menjadi alasan mengapa budaya kerja ini begitu krusial dalam menentukan ‘keberhasilan’ sebuah perusahaan.

Kira-kira, budaya kerja yang seperti apa sih yang bisa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mampu membuat karyawannya berkembang? Simak, yuk, ulasan Hepi Inc. berikut ini.

1. Lingkungan kerja yang produktif

Ketika lingkungan kerja kondusif, karyawan akan menjadi produktif. Oleh karena itu, lingkungan kerja yang produktif harus dibangun. Salah satu caranya adalah melalui dekorasi ruangan atau menyediakan ruang rekreasi bagi karyawan untuk rehat sejenak. Selain itu, budaya kantor yang terlalu intimidatif juga bisa membuat karyawan merasa kurang nyaman dan bisa mempengaruhi produktivitas mereka.

2. Komunikasi yang jujur dan terbuka

Ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan poin sebelumnya karena bisa membuat lingkungan kerja menjadi tidak produktif apabila komunikasi antar karyawan tidak terjalin dengan baik. Apalagi jika ada politik kantor yang pelik, ini bisa menimbulkan suasan kerja yang tidak kondusif.

Oleh karena itu, perusahaan harus bisa menciptakan komunikasi yang jujur dan terbuka sebisa mungkin agar menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

3. Suasana seru agar karyawan merasa rileks

Seperti yang sudah disinggung Hepi Inc. sebelumnya, ‘iklim’ kantor yang terlalu ‘seram’ atau ‘intimidatif’ tentu membuat karyawan tertentu merasa kurang nyaman. Terlebih pada karyawan yang lebih muda dengan karakter mereka yang aktif dan fun.

Tidak ada salahnya untuk sesekali tertawa bersama dan menikmati candaan di tengah-tengah penatnya bekerja.

4. Selalu ada penghargaan dan motivasi kepada tim

Semua individu dalam perusahaan tentu berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target, rasanya tidak berlebihan jika sesekali memberikan penghargaan agar memotivasi mereka.

Misalnya saja dengan memberikan bonus, promosi, sertifikat, atau hadiah lainnya untuk menghargai kerja keras dan waktu mereka. Hal ini akan membuat karyawan merasa dihargai dan membuat mereka lebih ‘memiliki’ perusahaan dan pekerjaannya. Budaya perusahaan yang menyenangkan dan memberikan kesempatan bagi para pegawai untuk mengekspresikan kesukaan atau rasa kekeluargaan mereka, tentu membuat rasa kepemilikan karyawan pada perusahaan lebih besar dibanding kultur yang kaku. Apakah perusahaan kamu telah menerapkan budaya kerja yang positif ?

Love This Post

Susun Proposal Bisnis Kamu dengan Baik, Agar Investor Tertarik!

Kalau kamu punya segudang ide bisnis yang jenius (dan sudah punya sumber daya manusia yang membantu), eh, tapi ada sedikit kendala keuangan, jangan diam di tempat dan menunggu wangsit datang. Tuangkan semua idemu dalam sebuah proposal, yang bisa kamu ajukan ke para investor yang sesuai.

Yup, langkah untuk mewujudkan ide bisnis menjadi kenyataan adalah dengan menulis rencana bisnis yang menjadi ‘media’ untuk meyakinkan para investor kalau kamu punya pemahaman bisnis yang cukup dan bisnismu punya prospek yang bagus.

Lantas, bagaimana sih membuat proposal bisnis yang baik itu atau seperti apa sih proposal bisnis yang baik itu? Berikut Hepi Inc. telah merangkumnya spesial buat kamu. Simak, ya!

1. Tulis porposal usaha secara jelas dan singkat

Proposal bisnis haruslah to the point, tapi ‘berisi’. Dalam artian, kamu enggak perlu bertele-tele panjang lebar, langsung tembak pada hal-hal penting yang ingin kamu ungkapkan pada calon investor, seperti penjelasan tentang ide bisnis yang ingin diwujudkan, penjualan yang harus dilakukan, margin bisnis yang akan didapat, budget, dan tentu saja prospek bisnis kamu ke depannya.

Jangan lupa tuliskan juga hambatan-hambatan yang mungkin dihadapi dan apa solusi yang telah kamu tawarkan untuk menghadapi permasalahan tersebut. Jika kamu mampu merangkumnya dalam sebuah proposal yang baik dan meyakinkan, investor tak butuh berpikir dua kali untuk membantumu.

2. Pakailah gambar atau infografik agar terlihat menarik

Setelah berhasil menuangkan poin-poin yang ingin disampaikan dengan singkat, padat, dan jelas, sertakan elemen visual seperti gambar atau infografik yang membantu proposalmu agar lebih menarik dan lebih ‘enak’ dibaca (serta mudah dipahami). 

Eits, tapi ingat, jangan berlebihan, ya, dan pastikan gambar atau infografik yang kamu masukkan sesuai dengan poin-poin yang ingin kamu ajukan.

3. Hindari penggunaan kata-kata yang tidak penting

Jangan menggunakan istilah-istilah asing yang sulit dimengerti. Ingatlah bahwa tak semua orang tahu istilah yang kamu gunakan, lebih baik gunakan bahasa yang dipahami secara luas agar pihak yang membaca proposalmu mengerti.

Kecuali jika memang itu terkait istilah-istilah bisnis, tapi kamu bisa menambahkan keterangan di dalam kurung untuk berjaga-jaga.

4. Jangan asal comot atau copy-paste proposal usaha lain

Ini nih yang penting banget. Kalau memang belum pernah bikin proposal bisnis atau tidak ada bayangan, melihat proposal usaha lain untuk referensi boleh. Namun jangan di-copy paste atau diganti nama usahanya saja.

Selain dicap plagiat, kamu akan kesulitan saat diminta untuk menjelaskan proposal tersebut. Lebih baik pahami baik-baik dan buat proposalmu sendiri dari nol.

5. Gunakan gaya bahasa yang persuasif

Namanya juga ‘merayu’ agar investor luluh, ya gunakan bahasa atau alur penulisan yang persuasif. Aturlah sedemikian rupa penggunaan kata atau visual agar investor penasaran dan tertarik dengan apa yang kamu tawarkan. Namun ingat, jangan menawarkan janji palsu, ya, atau jangan menggunakan bahasa yang terlalu melebih-lebihkan. Tanpa adanya rencana bisnis yang jelas dalam bentuk proposal, kamu akan kesulitan meyakinkan investor. Dengan membuat proposal bisnis yang baik dan memenuhi kriteria di atas, kesempatan untuk mengubah ide bisnis menjadi kenyataan akan terbuka lebar. Selamat mencoba!

Love This Post