Mau Belajar Bisnis Online Gratis? Yuk, Kunjungi 5 Situs Ini

Mempelajari sesuatu yang bersifat praktik seperti berbisnis biasanya akan lebih mudah jika langsung diterapkan.

Namun, berbisnis pada dasarnya bukanlah perkara yang mudah. Butuh nyali yang kuat dan sifat pantang menyerah ketika mencoba peruntungan dari bisnis. Jika tak punya pengalaman sama sekali, minimal kamu memiliki pemahaman terkait bisnis.

Nah, pemahaman terkait dunia bisnis mungkin bisa didapat dari sekolah bisnis—jika kamu punya banyak waktu luang. Jika tidak, ada cara lain yang lebih mudah dan fleksibel dalam soal waktu, yaitu dengan mengikuti online course. Ya, hanya bermodal smartphone atau laptop, kamu sudah bisa belajar bisnis dari para ahli yang sudah lalang melintang di bidangnya.

Kali ini, Hepi Inc. akan merekomendasikan beberapa situs yang bisa kamu kunjungi untuk belajar bisnis secara serius dan mendalam. Apa saja?

1. Udemy

Merupakan salah satu platform terkenal di dunia untuk belajar tentang apa pun. Banyak sekali kelas menarik dari berbagai bidang yang ditawarkan di sini, termasuk kelas tentang bisnis. Instruktur yang bergabung juga berasal dari seluruh dunia dan benar-benar ahli di bidangnya.

Kamu tinggal cari dan pilih kelas bisnis apa yang diinginkan. Tak perlu khawatir soal bahasa, karena fitur translate sudah tersedia di platform ini. 

2. Udacity

Situs yang didirikan sejak tahun 2011 silam ini termasuk salah situs yang difavoritkan juga untuk belajar bisnis secara online. Selain kelas bisnis, terdapat pula kelas AI, data science, programming, dan autonomous system.

Kelas yang disediakan ada yang berbayar, tapi ada juga yang gratis. Lumayanlah ya buat coba-coba. Kalau tertarik, bisa eksplor kelas lebih dalam lagi lewat fitur yang berbayar. Oh ya, Udacity juga menyediakan online course dengan sertifikasi. Jadi, kamu akan mendapatkan sertifikat layaknya belajar di sekolah konvensional.

3. Coursera

Belajar bisnis secara online juga bisa dilakukan melalui Coursera. Situs ini juga menyediakan kelas-kelas menarik di berbagai bidang, mulai dari biologi, web programming, marketing, hingga bisnis. Sama seperti Udacity, ada kelas yang berbayar dan ada kelas yang gratis.

4. Khan Academy

Mau dapat ilmu bisnis sedetail-detailnya, tanpa membayar sepeser pun dan hanya berbekal kuota internet? Cobalah meluncur ke situs Khan Academy. Situs ini berisi berbagai macam course berkualitas yang bisa kamu akses secara gratis.

Meski gratisan, kualitas kontennya tak perlu diragukan lagi. Mau belajar bisnis dari nol pun bisa. Di dalamnya juga ada fitur komunitas yang bisa mempertemukanmu dengan orang yang ahli di bidangnya sekaligus menambah koneksi baru.

5. Edx

Situs untuk belajar bisnis secara online selanjutnya adalah Edx. Situs ini merupakan salah satu online course yang paling top di dunia karena materinya berasal dari berbagai universitas terbaik di dunia.

Kamu tak perlu jadi mahasiswa Standford atau Harvard Business School untuk bisa belajar materi-materi bisnis terbaiknya. Whoa, ini lumayan banget, kan? Langsung deh akses kelas-kelasnya biar makin mantap pengetahuan bisnis kamu  😉 Bagaimana? Sudah menemukan situs mana yang akan dicoba untuk belajar bisnis?  Mungkin kamu bisa mencoba satu per satu atau bahkan semuanya karena di tiap-tiap situs mungkin ada kelas menarik yang ditawarkan. Semoga informasi di atas bermanfaat dan selamat mencoba 😉

Love This Post

Agar HRD Perusahaan Tertarik, 5 Hal Ini Harus Ada Di Profil LinkedIn Kamu!

LinkedIn bukanlah media sosial ‘sembarangan’. Berbeda dari media sosial kebanyakan, LinkedIn berfokus pada ‘dokumentasi’ keahlian atau kemampuan seseorang; seperti CV versi online .

Di sini kamu tak hanya bisa terhubung dengan teman terdekat, tetapi juga bertemu dengan para profesional dari latar belakang profesi yang berbeda. LinkedIn juga dimaksimalkan oleh banyak orang untuk mencari pekerjaan atau pengembangan karir. Kamu mungkin adalah salah satunya yang menggunakan LinkedIn untuk keperluan tersebut.

Nah, membuat profil di LinkedIn kesannya memang mudah, tapi tricky. Karena kamu harus bisa mengubah profil yang ‘seadanya’ menjadi lebih menonjol dan profesional. Dengan begitu, HRD enggak akan berpikir dua kali untuk menghubungi kamu.

Hepi Inc. akan kasih bocoran,  apa saja yang harus kamu lakukan untuk membuat profil LinkedIn menjol. Simak ulasannya berikut ini, ya 😉

1. Buat profil yang lengkap dan menampilkan kelebihan

Sama halnya dengan CV, di LinkedIn ada bagian-bagian untuk mendeskripsikan pengalaman kerja , volunteer, atau bahkan organisasi. Di sini, cobalah untuk bercerita secara singkat apa saja yang kamu lakukan ketika menjalani profesi tersebut atau menjalankan kegiatan tersebut, jangan hanya ditulis profesi/jabatan saja tanpa penjelasan.

Yang tak kalah penting lagi adalah headline profil kamu. Pastikan isinya lengkap dan bisa merangkum kelebihan kamu sehingga perekrut mudah menemukan profilmu. Sematkan pula foto profil terbaik dan meyakinkan sehingga HRD tertarik untuk scroll profilmu lebih jauh lagi.

2. Tunjukkan karakter

Kamu mungkin sudah menjelaskan dengan detail riwayat pekerjaanmu selama ini. Namun, kenapa tak banyak HRD yang melirik profilmu? Bisa jadi kamu kurang menonjolkan karakter unik dalam dirimu dalam profil tersebut. Apalagi jika kamu memiliki profesi yang cukup kompetitif di pasar tenaga kerja.

Jangan ragu untuk menuliskan kelebihan atau keunikan kamu. Karena ini bisa menarik perhatian HRD dan jadi nilai tambah di mata mereka.

3. Tampilkan hasil karya

Buat yang bekerja di bidang kreatif, cuap-cuap panjang lebar tentang kemampuan atau riwayat pekerjaan tak akan bisa menunjukkan kemampuanmu yang sesungguhnya. Eits, ini bukan berarti menjelaskan riwayat pekerjaan dengan detail tidak berguna sama sekali, ya!

Penting, tapi sertai pula dengan bukti nyata.  Setelah menceritakan detail riwayat pekerjaan, jangan lupa melampirkan contoh karyamu. Tunjukkan dengan bangga hasil kerjamu dan buatlah HRD tertarik dengan hasil kerjamu.

4. Jadi orang yang aktif

Profil yang cakep saja ternyata tak cukup, kamu harus aktif juga di LinkedIn. Minimal ikut/follow organisasi yang menginspirasi, membuat koneksi baru, bergabung dengan komunitas/grup yang sesuai dengan jenis bisnis atau pekerjaan kamu, atau bahkan ikut diskusi yang ada di LinkedIn.

Siapa tahu kan ternyata HRD berseliweran di grup-grup atau forum diskusi tersebut? So, jangan ragu untuk terlibat aktif di LinkedIn dan buatlah koneksi baru di sana.

5. Suarakan opini atau pendapat dalam bentuk tulisan

Cara lain untuk menunjukkan potensi diri adalah menyuarakannya dalam bentuk tulisan. Misalnya nih, kamu punya pandangan khusus terntang topik atau kasus yang ada kaitannya dengan profesi yang kamu geluti, cobalah untuk menuliskan pandanganmu secara menyeluruh.

Ketika HRD melihat tulisan tersebut, mereka akan tahu seberapa jauh kamu memahami bidang pekerjaanmu. Sebuah nilai tambah bukan untuk mempercantik profil LinkedIn dan membuat HRD segera menghubungi kamu? Apa pun tujuan kamu membuat akun LinkedIn, pastikan untuk memolesnya seprofesional mungkin. Dan 5 cara di atas setidaknya bisa membantu memaksimalkan profil LinkedIn-mu dan membuatnya menonjol di mata HRD. Selamat mencoba 😉

Love This Post