5 Trik Cermat Kembangkan Brand dengan Budget Marketing Minim

Sebuah brand butuh berkembang. Kita tahu itu. Tapi bagaimana jika kita hanya memiliki modal yang tak cukup banyak, bahkan pas-pas-an?

Baik, yang kita butuhkan adalah strategi dan semangat untuk belajar. Di sini kamu perlu atur, strategi pemasaran apa yang kira-kira cocok untuk diterapkan ke brand-mu tanpa harus mengeluarkan budget banyak.

Kamu bisa rutin sharing dengan teman yang sama-sama punya bisnis, tanya jawab langsung ke konsultan bisnis, atau sering-sering baca artikel tips dan trik bisnis seperti ini. Kali ini, Hepi Inc akan menjelaskan langkah-langkah cermat yang harus kamu tempuh untuk mengembangkan brand dengan budget minim. Simak terus ya!

1. Tentukan pesan yang ingin disampaikan kepada pelanggan

Hal fundamental yang harus kamu lakukan adalah menentukan pesan apa yang ingin disampaikan. Ini merupakan langkah awal yang penting untuk membentuk brand awareness. Tanyakan pada dirimu: kamu ingin brand-mu diingat sebagai apa atau seperti apa? 

Pesan yang dimaksud di sini meliputi segala hal yang ada pada brand-mu. Pesan biasanya disampaikan melalui kata-kata secara tekstual atau logo secara visual. Pesan tidak hanya seputar produk atau jasa yang kamu tawarkan tapi juga dapat mewakili kepercayaan, prinsip, visi, misi bahkan budaya brand. Sebaiknya, sampaikan pesan melalui cara-cara yang luwes agar mudah diterima ya.

2. Melakukan survey

Setelah menentukan apa isi pesan, langkah berikutnya adalah memikirkan bagaimana cara menyampaikan isi pesan tersebut. Caranya tentu ada banyak. Tapi untuk mengetahui cara apa yang paling pas digunakan untuk brand, kamu harus melakukan survey.

Survey untuk mengembangkan brand ini dapat meliputi apapun, Hepi People. Namun, tetap prioritaskan pada survey yang paling kamu butuhkan terlebih dahulu. Di tahap ini, kamu perlu survey pasar atau survey pelanggan.

Survey pelanggan bisa dilakukan secara online atau offline, tergantung siapa target pasar yang ingin kamu bidik. Adapun tiga jenis pelanggan yang sangat perlu kamu survey adalah pelanggan pertama, pelanggan ‘impian’, dan mantan pelanggan. Pertanyaan mendasar seperti bagaimana kesan mereka terhadap brand-mu, masalah apa yang dialami mereka terkait brand-mu, dan solusi apa yang diinginkan.

Meski memerlukan waktu yang cukup lama, tapi langkah ini sangat penting untuk brand-mu dalam jangka panjang lho.

3. Dapatkan pelanggan secara gratis dengan media sosial

Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menggaet pelanggan secara gratis. Untuk mendapatkan pelanggan secara gratis melalui media sosial, tentunya kamu perlu mengeluarkan effort lebih. Misalnya, menggunakan akun pribadimu sebagai sarana awal untuk mengenalkan brand ke teman dan kerabat. Lalu, mengoptimalkan fitur-fitur bawaan di platform media sosial tersebut untuk berpromosi.

Contohnya jika brand-mu ‘bermain’ di Instagram, kamu bisa meluaskan jangkauan postinganmu dengan menggunakan hashtags yang relevan, berkomentar pada calon pelanggan, dan tarik minat calon pelanggan dengan memberinya likes.

4. Buat atau ikuti acara offline seperti pameran atau bazar

Cari kegiatan offline yang kira-kira pengunjungnya sesuai dengan target pasar. Kemudian ikuti kegiatan tersebut entah pameran, bazar, workshop, dan lain-lain. Di sini mungkin kamu akan mengeluarkan sedikit budget marketing. Tapi tenang saja, acara yang sesuai dengan target pasar itu worth to fight for! 

Budget ini mungkin akan kamu gunakan untuk mencetak brosur atau menyewa booth. Kalau di kegiatan offline yang sifatnya besar, usahakan brand-mu tampil outstanding ya. Syukur-syukur kalau bisa diliput secara gratis oleh media.

5. Selalu ukur dan pelajari

Setelah kamu melakukan berbagai cara untuk mengembangkan brand dengan budget minim tersebut, cobalah untuk menganalisis. Poin mana yang paling berhasil, poin mana yang terlalu memakan banyak effort sementara hasilnya tidak terlalu memuaskan, apa yang harus kamu benahi, dan lain-lain.

Penting untuk mengetahui sudah sejauh mana keberhasilan brand-mu. Kamu juga harus terus belajar baik dari kesalahan maupun dengan ilmu-ilmu baru tentang bisnis setiap harinya. 

Perlahan tapi pasti, semoga dengan menerapkan kelima trik ini brand-mu bisa terus berkembang ya. Semangat, Hepi People!

Love This Post

Berencana Jadi Influencer Terkenal? Yuk, Terapkan 7 Tips Ini Agar Cepat Terkenal

Menjajal profesi influencer? Kenapa tidak! Menjadi influencer tak melulu untuk mengejar kepopuleran semata, banyak sekali hal positif yang bisa kamu dapatkan ketika menjalani profesi ini.

Misalnya, jika kamu seorang seniman atau berkecimpung di dunia seni, menjadi influencer bisa menjadi jalan untuk menyuarakan karya unik atau pemikiranmu pada dunia.

Kamu seorang fashion addict? Jangan sembunyikan bakatmu, pamerkan pada semua orang keahlianmu dalam melihat tren fashion atau bahkan menciptakan tren terbaru.

Suka membuat tulisan yang bisa membangkitkan semangat atau menghibur orang? Tak ada salahnya untuk berbagi kebaikan dengan menyebarkannya.

Begitulah seharusnya influencer, memberikan influence atau impact pada masyarakat dengan membagikan hal bermanfaat.

Nah, keuntungan lain yang didapat, sesuatu yang tadinya hanya sebuah hobi bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Nilai plus-nya lagi, kamu melalui ide-ide kreatifmu jadi lebih dikenal oleh banyak orang. Lumayan, bukan?

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk menjadi seorang influencer? Kamu mungkin bisa mencoba langkah-langkah ini agar bisa menjadi influencer yang menginspirasi banyak orang.

1. Ketahui apa kelebihan dan minat kamu

Sebelum menjajal profesi ini, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan ‘tema’ besar yang ingin disampaikan. Maksudnya, apa sih yang ingin kamu bagikan untuk audience-mu kelak?

Tentu saja hal tersebut harus berkaitan dengan sesuatu yang kamu minati atau setidaknya sesuatu yang betul-betul kamu kuasai. Karena akan sulit jika kamu menjadi influencer yang ‘ikut-ikutan’ tren.  Bukannya tidak mungkin, tapi jika tidak menguasai dengan baik bidang tersebut, kamu akan sulit berkompetisi dengan influencer lain.

2. Membagikan banyak ilmu atau pelajaran

Seperti yang sudah Hepi Inc. singgung sebelumnya, seorang influencer harus membagikan sesuatu yang bermanfaat pada audience. Tak hanya meramu konten dengan menarik, apa yang ada dalam konten juga harus mengandung sesuatu yang bermanfaat atau relevan untuk keseharian.

Misalnya, membagikan ilmu tentang makeup dan skincare, membagikan rahasia menarik seputar masak-memasak, tips marketing atau public speaking mungkin, atau apa pun yang sesuai minatmu dan bisa bermanfaat untuk orang lain.

3. Percantik feed instagram

Informasi atau konten yang disampaikan dengan menarik tentu lebih menarik perhatian banyak orang, Selain isi konten yang bermanfaat, kamu juga harus memperhatikan tampilan feed Instagram agar lebih menarik lagi. 

Tak ada salahnya untuk mulai belajar editing tools seperti Adobe Light Room, Photoshop, atau editing tools sederhana seperti VSCO dan Snapseed. Kamu juga harus konsisten mengupload konten yang sesuai dengan tema besarmu.

Misalnya, jika kamu fokus sebagai influencer traveling, bagikan hal-hal yang berkaitan dengan traveling saja. Jangan upload foto yang tak berkaitan di Instagram  saat sedang membangun branding-mu.

4. Mengikuti tren yang sedang hits

Sebagai influencer, kamu harus lebih peka dengan tren yang berkaitan dengan media sosial. Tren ini tak hanya yang berhubungan dengan tema konten yang perlu dibuat melainkan juga platform media sosial apa saja yang lebih diminati ke depannya.

Dengan begitu, kamu bisa menjajal variasi konten yang tentunya akan membantu dalam meraih jangkauan audience yang lebih luas.

5. Memperluas networking

Ingin akun media sosialmu dapat exposure yang lebih luas? Networking itu penting!Kamu bisa memperluas networking dengan rajin memberikan komen atau mengajak influencer lain berkolaborasi, misalnya.

Kamu juga bisa datang ke event yang sesuai dengan minatmu karena kemungkinan besar influencer lain akan hadir di sana. Tak ada salahnya kan untuk menjalin networking sekaligus menambah teman dan ilmu baru?

6. Konsisten dan selalu berinteraksi

Rahasia sukses menjadi seorang influencer adalah konsisten dalam mengunggah konten. Kamu bisa membuat rencana konten apa saja yang ingin diunggah setiap bulannya agar tahu kapan harus mulai membuat konten baru tanpa harus bingung mencari topik.

Konsistensi ini juga harus ada dalam konten kamu. Teruslah mengunggah konten berkualitas dan kalau perlu kualitas foto/videonya harus meningkat dari waktu ke waktu agar kamu tidak kalah saing dengan influencer lainnya. Menjadi influencer yang menginspirasi bukanlah hal yang bisa dilakukan dalam satu atau dua bulan saja. Terus gali ide kreatif agar kamu bisa menghasilkan konten terbaik dan bermanfaat sehingga bisa meng-influence audience secara positif.

Sumber: Glints

Love This Post

5 Tips Belajar Content Marketing Untuk Pemula

Bagi sebagian besar pemula yang baru terjun ke dunia bisnis atau baru merintis usaha, salah satu tantangan yang umum dihadapi adalah bagaimana cara membuat masyarakat mengenal bisnis yang tengah dijalani dan bagaimana membuat mereka tergiur agar ‘beralih’ menjadi customer.

Nah, pemasaran produk menjadi krusial dalam rangka memperkenalkan produk secara luas ke masyarakat. Di zaman yang serba digital seperti sekarang, strategi pemasaran yang dianggap paling efektif adalah melalui content marketing.

Bedanya dengan strategi pemasaran ‘tradisional’, di sini pelaku usaha tidak menawarkan produk dan jasa secara langsung. Mereka akan mengemas ‘promosi’ tersebut ke dalam sebuah konten yang apik, bermanfaat, dan relevan sehingga masyarakat merasa butuh untuk mengakses barang atau jasa tersebut.

Dengan kata lain, isi dari content marketing bukanlah penawaran produk secara gamblang, tetapi menginformasikan barang atau jasa semenarik mungkin sehingga orang yang melihat atau menonton penasaran. Nah, jenis konten yang digunakan bisa beragam, mulai dari website, inforgrafis, video, hingga buku.

Menerapkan strategi content marketing sebetulnya gampang-gampang susah. Bagi kamu yang baru menjalankan bisnis atau usaha dan ingin menjadikan content marketing sebagai strategi pemasaran, Hepi Inc. akan mengulas beberapa trik agar bisa sukses menerapkannya. Simak, yuk!

1. Tetapkan tujuan yang jelas dan bisa terukur

Strategi apa pun akan lebih mudah dijalankan jika ada tujuan yang jelas dan bisa diukur. Begitu juga saat menerapkan content marketing, kamu harus tahu terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai nanti apa sih?. Dengan begitu akan lebih mudah menentukan apa saja yang harus dilakukan dan sumber daya apa saja yang dibutuhkan.

Nah, tujuan yang ingin dicapai juga sebaiknya bisa diukur agar kamu bisa membuat analisis dari masing-masing konten yang ingin digunakan, serta bisa menentukan langkah lain yang bisa ditempuh jika rencana tak berjalan sesuai rencana.

2. Kenali target audiens dan konten yang sesuai

Setelah tahu tujuan kamu dalam memasarkan barang atau jasa tersebut, langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah memahami calon pelanggan.

Siapa sih calon pelangganmu? Apa saja sih hal-hal yang tengah disukai oleh calon pelangganmu? Apa saja sih permasalahan yang dihadapi oleh calon pelangganmu?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan memudahkanmu dalam menentukan konten apa yang sesuai dan harus dikemas dalam bentuk apa untuk memenuhi target pelanggan yang diinginkan.

Untuk mendapatkan data ini, kamu bisa melakukan wawancara, survei, atau diskusi dengan teman/saudara yang kiranya memenuhi kriteria calon pelanggan bisnis/usaha  kamu. 

3. Perbanyak membaca untuk dijadikan referensi

Jangan pernah berhenti mencari inspirasi dari buku atau internet. Karena perkembangan konten itu cepat dan kamu harus selalu kreatif menghasilkan ide-ide segar.

Jangan hanya belajar dari konten yang linier dengan bisnis/usaha kamu, belajarlah dari konten-konten bidang usaha lain. Bisa saja kan kamu menemukan inspirasi dari sana dan kemudian mengolahnya agar bisa sesuai dengan topik bisnis kamu?

4. Buat konten dalam berbagai format

Melihat ketatnya bisnis dewasa ini, agar kamu bisa menjaring banyak target konsumen dari berbagai kalangan, buatlah konten dalam berbagai format sehingga bisa ditayangkan atau dibagikan di berbagai platform. Bisnis atau usaha kamu akan lebih menjagkau target konsumen yang luas dan lebih kompetitif.

5. Buatlah jadwal distribusi konten

Membuat rencana konten dan mengeksekusi konten dengan maksimal memang penting. Namun jangan  sampai lupa menentukan kapan sih konten tersebut harus dibagikan. Tentukan dan atur kapan saja kamu harus mempublikasikan konten dan pastikan bahwa jadwal tersebut rutin. Jangan terlambat atau tidak konsisten.

Kamu juga harus mempertimbangkan keberadaan hari-hari khusus atau hari besar. Karena ini bisa memaksimalkan distribusi konten yang diberikan. Misalnya, kamu membuka usaha makanan berbahan dasar cokelat. Pada momen Hari Valentine, Hari Cokelat Internasional, atau mungkin Hari Ibu, kamu bisa membuat konten khusus terkait hari tersebut.

Bisa dibilang, strategi content marketing  itu seperti mendayung dua pulau sekaligus, karena kamu tak hanya bisa mengenalkan produkmu secara luas tetapi juga membuat masyarakat ‘loyal’ pada konten-konten menarik dan relevan yang kamu tawarkan. Ini bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan konsumen yang lebih besar ke depannya.

Sumber: Mebiso.com

Love This Post