5 Cara Unik Warnai Harimu Ketika Sedang Suntuk Karena Pekerjaan

Pekerjaan memang tidak ada habisnya. Mau kamu kebut biar seharian kelar pun, besok pasti ada lagi. Makanya, kalau kerja sebaiknya santai aja.

Akan tetapi, rasa suntuk saat bekerja itu tidak bisa dihindari. Bosan, capek, lelah, apalagi jika ritme kerjamu tinggi.

Lalu gimana kalau rasa suntuk dan kawan-kawan itu melanda? Yang pertama kamu harus menghadapi, lalu cari solusinya. Jangan sampai stress berkepanjangan karena suntuk pasti dirasakan semua orang. Suntuk kerja merupakan perkara yang wajar.

Untuk meminimalisir bahkan menghilangkan rasa suntuk, coba kamu bikin hari-harimu berwarna dengan cara-cara unik berikut ini.

1. Undang teman kamu ke rumah

Tidak dipungkiri, kehadiran teman di hidup kita itu diam-diam membahagiakan. Kalau lagi suntuk, bisa banget lho mengundang teman untuk main ke rumah.

Teman dekat atau teman asyik yang udah lama nggak ketemu. Bertukar cerita dengan teman bisa saling membuka pikiran, siapa tahu kamu dapat gagasan baru dari teman.

Kamu juga bisa makan bersama, BBQ party atau rujak party. Mungkin juga sekedar curhat-curhatan di kamar. Teman baik bisa menjadi media cerita yang baik dengan segala petuah-petuahnya.

2. Cari inspirasi keren di media sosial

Scrolling di media sosial kalau keseringan dengan durasi waktu yang lama memang nggak baik. Namun, beda cerita kalau kamu sedang mencari inspirasi keren dalam rangka menghilangkan rasa suntuk di kantor.

Selain cari inspirasi, kamu juga bisa mencari hiburan di media sosial. Sesekali coba kepo-in akun-akun lawak di Instagram, tonton stand up comedy di YouTube, atau baca tweet yang nyeleneh di Twitter.

3. Cobalah menggambar dengan teknik doodle art

Cara unik menghilangkan suntuk lainnya adalah dengan drawing doodle art. Tau doodle art, kan? Itu tuh, gambar corat-coret artsy yang butuh ketelitian, keuletan, dan tentunya jiwa seni.

Menggambar dengan teknik ini biasanya butuh waktu yang lama. Dilakukan oleh orang yang memang suka gambar seperti illustrator, animator, graphic designer, dan lain-lain.

Buat kamu yang seringnya mengklaim diri nggak bisa gambar boleh banget lho cobain cara ini. Tutorial doodle art bisa banyak kamu temukan di YouTube.

4. Merawat tanaman

Gardening alias merawat tanaman bisa lho bikin harimu berwarna. Meskipun tanaman nggak bisa ngomong, entah kenapa dengan melihat hijaunya dedaunan dan warna-warni bunganya bisa membuat hatimu mekar!

Merawat tanaman itu baik, sebagai bukti kalau kamu cinta lingkungan. Kalau bisa, merawat tanaman jangan cuma pas suntuk aja ya. Rutinkan kegiatan ini, agar tanaman bisa tumbuh sehat.

5. Me time dan merawat diri sendiri

Me time ini bentuknya macam-macam. Bagi perempuan, me time bisa dengan ke salon atau merawat diri sendiri di rumah. Mulai dari pakai lulur, manicure pedicure, hair maskering, peeling, dan kegiatan body & skin care lainnya.

Bagi kebanyakan laki-laki, me time bisa saja dengan gaming, melakoni hobi, atau mungkin main sama hewan peliharaan. Pokoknya, buat waktu luangmu berharga untuk dirimu sendiri.

Itu tadi beberapa rekomendasi biar rasa suntuk saat kerja hilang. Kalau sudah segar, pastinya kamu harus semangat kerja lagi ya!




Love This Post

Alasan-Alasan Kenapa Generasi Milenial Sering Pindah Kerja

Pekerjaan menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh seorang yang telah lulus dari bangku pendidikan. Mencari pekerjaan bukan hal yang mudah, karena semakin banyak pengangguran yang juga ingin mendapat pekerjaan.

Namun, beberapa tahun belakangan, terdapat suatu fenomena menarik dimana pekerja sering berpindah kerja dalam waktu yang singkat. Fenomena ini banyak terjadi di generasi milenial, atau generasi yang lahir di tahun 1980an – 1997.

Mengapa bisa begitu ya? Apakah kamu salah satunya? Berikut adalah alasan-alasan kenapa generasi milenial sering pindah kerja.

1. Ingin tahu berbagai hal yang ada di dunia


Salah satu karakteristik generasi milenial adalah cenderung tertarik dengan hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Hal ini terjadi karena teknologi internet yang membuat akses informasi dengan mudah bisa didapat. 

Karakter milenial yang penasaran dengan hal baru memberikan kecenderungan bagi mereka untuk menemukan tempat kerja yang lebih menarik. Bahkan, ketika seorang mendapatkan tempat kerja yang cukup menyenangkan, ia cenderung akan mencari yang lebih baik lagi.

2. Terpacu untuk mengembangkan kemampuan diri

Milenial juga dikenal dengan generasi yang produktif, khususnya dalam hal mengembangkan kemampuan kerja. Generasi milenial cenderung akan mempelajari sesuatu dengan bersemangat, hingga mereka merasa menguasai hal yang dikerjakan.

Ketika mereka merasa telah menguasai suatu skill, mereka tak akan takut untuk mengambil risiko dengan memilih untuk berpindah kerja. Dengan bermodal skill yang telah dikuasai, mereka memilih mengembangkan karir dan mengembangkan diri lebih jauh lagi.

3. Seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi

Hal lain yang dicari oleh generasi milenial adalah keseimbangan antara hidup dan karir, atau yang biasa dikenal dengan istilah work-life-balance. Generasi milenial cenderung merasa kalau pekerjaan bukan sebuah hal yang mengekang mereka.

Kalau kamu merasa tidak nyaman untuk bekerja penuh waktu karena merasa lelah, mungkin kamu salah satu dari generasi ini. Milenial lebih menyukai pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote atau tele-computing. Generasi ini pada umumnya lebih menekankan pada aspek task-oriented ketimbang time-oriented.

4. Ingin punya pekerjaan fleksibel dan nyaman tapi tetap menghasilkan

Buat kamu seorang milenial, peraturan bukanlah hal yang kamu sukai. Apalagi peraturan yang bersifat mengekang dan wajib, seperti seragam dan jam keluar masuk kantor. Kamu justru lebih bersemangat ketika tak ada peraturan yang bisa membatasi kamu untuk berkreasi dan menelusuri hal baru. Iya, kan?

Oleh karena itu, generasi milenial lebih menyukai tempat kerja yang tidak membosankan. Dengan suasana kerja yang fleksibel dan nyaman, kamu bisa bekerja dengan baik.

5. Ingin punya atasan yang memberikan pengetahuan lebih, bukan sekadar perintah

Keinginan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membuat milenial lebih memilih bekerja dengan atasan yang bisa membimbing. Kamu akan lebih menyukai atasan yang memberimu arahan dan saran untuk setiap tugasmu, dan bukan yang hanya memberi tugas.

Wawasan, terutama untuk hal baru dan yang ingin dikuasai, menjadi nilai penting untuk kamu dalam bekerja. Sehingga, selain mencari uang kamu juga akan mendapat pengalaman dan ilmu baru yang siap kamu tingkatkan di kemudian hari.

6. Fokus dan tidak suka menunda

Generasi milenial bukan sekelompok orang yang sabar dengan keadaan tertentu. Kamu cenderung akan membandingkan kondisi kamu yang sekarang dengan yang bisa kamu dapatkan di tempat kerja lain.

Hal ini membuat kamu tanpa berpikir panjang berkeinginan untuk pindah kerja. Tak bisa sabar ini sering kali berujung pada keputusan yang tergesa-gesa, dan gegabah. Namun, disisi lain melakukan sesuatu dengan cepat juga berarti kamu sudah membuat progres atas apa yang kamu kerjakan.

Itulah tadi beberapa alasan kenapa generasi milenial suka pindah kerja, mereka ini kadang disebut ‘kutu loncat’ oleh generasi yang lebih tua. Kecenderungan suka pindah kerja ini tentu memiliki sisi baik dan buruknya. 





Love This Post

Ikuti 5 Cara Ini Agar Pengeluaran Bulanan Lebih Hemat

Bicara soal uang, apakah kamu termasuk yang kaya saat gajian dan auto-miskin di sehari setelah gajian? Duh, jangan sampai! Manajemen keuangan ini sangat penting ya, apalagi untuk generasi milenial yang sangat mudah tergiur promo dan punya banyak sekali keinginan untuk ini dan itu. 

Menabung dan berinvestasi menjadi dua hal yang sering digembar-gemborkan saat ini. Itu karena gaya hidup anak muda zaman sekarang yang seringnya berlebihan dalam mengeluarkan uang untuk hal-hal yang kurang perlu. 

Kamu harus membatasi pengeluaran bulanan dengan kemauan dan tekad yang kuat. Disertai niat dan praktik yang harus benar-benar kamu patuhi. Bagaimana caranya? Yuk, ikuti tips berikut ini.

1. Membuat budgeting atau anggaran

Di awal bulan setelah kamu gajian, ada baiknya kamu mengatur kotak-kotak pengeluaran mana yang harus dibayarkan dan harus terpenuhi. Mulai dari pengeluaran primer seperti anggaran makan, uang kos, kontrak, PDAM, PLN, dan transportasi. Kemudian anggaran belanja yang sifatnya memenuhi hasrat keinginan, serta sisakan untuk dana darurat.

Lebih mudah jika kamu menerapkan trik berikut agar kamu secara tidak langsung dipaksa berhemat.

Membagi Anggaran ke dalam Amplop

Buat amplop atau folding map atau boleh juga dengan plastik kecil tertutup atau yang lebih kekinian bisa menggunakan rekening berbeda. Beri nama masing-masing sesuai kebutuhan. Pisahkan anggaran untuk makan, untuk laundry, untuk transportasi, untuk sedekah, tagihan, dan lain-lain.

Strategi 50:30:20

Strategi ini sudah banyak disarankan oleh para akun financial advisor. 50% dari gaji, gunakan untuk kebutuhan primer sehari-hari, 30% untuk memenuhi keinginanmu, dan 20% sisanya harus kamu tabung dan jangan diambil kecuali sangat super-duper-darurat.

2. Batalkan biaya langganan yang tidak penting

Kebiasaan kamu muda-mudi Indonesia saat ini adalah memiliki langganan yang kadang-kadang kurang penting. Langganan spotify atau portal streaming musik, member gym tapi jarang olahraga, kartu kredit, dan yang mengerikan adalah peer-to-peer lending alias kredit online.

Tanpa kamu sadari, biaya langganan ini seringkali memangkas penghasilanmu lho. Hitung saja dalam setahun. Lebih baik, batalkan yang kiranya kamu tidak benar-benar membutuhkan.

3. Paksa diri sendiri untuk mau “hidup susah”

Gaji boleh selangit, tapi gaya hidup tetaplah membumi. Paksa diri untuk mau hidup susah atau sederhana dan minimalis. Jangan termakan gengsi lebih-lebih yang dipengaruhi oleh teman sekitar. Kalau temanmu mampu setiap hari makan di restoran, beranikan diri untuk bilang tidak ikut saat diajak patungan order online atau diajak makan bersama.

Sebaiknya, jangan ada kamus “tanggal tua” di hidupmu dengan mengakalinya dengan setiap hari makan-makanan yang enak, bergizi, namun harganya sesuai kantong. Kesehatanmu juga perlu dijaga, jangan awal bulan makan pizza tapi akhir bulan makan mie goreng. Hal ini tidaklah ideal.

Hidup sederhana dan minimalis juga bisa kamu lakukan dengan berburu promo, membawa botol air minum ketika keluar rumah, bawa bekal, jual barang yang tidak dibutuhkan, serta gunakan transportasi umum.

4. Jangan lupa menabung ketika gajian masuk


Terapkan strategi 20% dari uang gajian untuk tabungan. Dua acungan jempol untuk kamu yang bahkan bisa menabung di tanggal tua alias ada uang sisa yang bisa ditabung. Patuhi strategi yang sudah kamu jalankan dan catat setiap pengeluarannya.

Dengan mencatat dan menganalisis, kamu bisa menentukan sehemat apa bulan ini dan menentukan target berapa besar kebutuhan untuk bulan depan. Proyeksi ini juga berlaku untuk masa depan bertahun-tahun selanjutnya.

5. Jika kamu pekerja, gunakan fasilitas yang sudah disediakan kantor

kantor google

Tidak semua kantor seperti kantor Google yang memfasilitasi karyawannya dengan laundry, gym, kantin dengan makanan yang serba enak, billiard, dan lain-lain. Namun seharusnya setiap kantor memiliki fasilitas yang bisa kamu gunakan.

Setidaknya Wifi, gunakan Wifi kantor untuk browsing, matikan mobile data saat di kantor. Fasilitas olahraga dari kantor dengan teman-teman sekantor, yang membuatmu sehat dan hemat karena tidak harus menyewa gedung badminton dengan uang sendiri, misalnya.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk hidup hemat. Jangan boros memenuhi keinginan yang tak perlu. Ingat, sedekah dan hemat itu pangkal kaya.



Love This Post

4 Kesalahan yang Perlu Kamu Perbaiki Agar Bisnis Kamu Tidak Sepi Peminat

Menjalankan bisnis sendiri memang penuh tantangan dan risiko. Kamu tidak mungkin tidak merasakan kegagalan, namun kamu bisa meminimalisir kegagalan dengan beberapa strategi. Tentunya, strategi-strategi bisnis ini harus kamu gali dan pelajari kapanpun, lewat apapun, dengan siapapun.

Sayang kalau bisnis yang sudah kamu jalankan dengan memakan modal yang besar termasuk dana, waktu, dan tenaga harus menanggung masalah sepi peminat. Rezeki memang sudah ada yang mengatur tapi kalau bisnismu sepi peminat tak berkesudahan, ya tidak boleh dibiarkan.

Berikut adalah 4 kesalahan yang harus kamu perbaiki agar bisnis tidak sepi peminat.

1. Penentuan target pasar yang salah

Kesalahan umum yang terjadi jika bisnis sepi peminat adalah penentuan target pasar yang salah. Coba kupas dan bedah lagi target pasar dalam bisnismu, apakah strategi dan operasional yang selama ini kamu jalankan sudah sesuai dengan karakteristik pasar?

Jika belum, maka kamu harus atur ulang strategimu. Fenomena besar yang baru saja terjadi menimpa salah satu TV swasta adalah tentang penentuan target pasar dan kompetitor. Target pasarmu mungkin benar, caramu menawarkan bisnis juga sudah dianggap mendekati pasar, namun kompetitor juga tidak kehabisan cara untuk bersaing dengan bisnismu.

Ada dua opsi untuk mengatasi masalah ini yakni mereka ulang strategi yang lebih sesuai dengan keinginan pasar atau yang lebih ekstrim adalah mengganti target pasar. Penentuan target pasar ini hal awal yang sangat penting yang akan berpengaruh pada banyak lini bisnis.

Misalnya kamu berjualan popok bayi, berarti target pasarmu adalah ibu-ibu. Kamu berjualan lewat Instagram tapi kamu melakukan promosi pada akun-akun lawak atau endorse selebgram yang asal terkenal, tags tidak sesuai, dan memanggil pelanggan dengan sebutan “guys” atau semacamnya.

Banyak hal yang harus dianalisis mengenai target pasar. Bisnis seharusnya ramai peminat jika target pasarmu tepat karena kamu beranggapan bahwa produk atau jasa ini pasti dibutuhkan oleh target pasarmu.

2. Tidak mencantumkan deskripsi dan gambar produk secara detail

Ada hal-hal yang terlihat sepele padahal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness). Jika kamu bermain di e-commerce atau media sosial, kamu sebaiknya melengkapi deskripsi gambar dan produk secara detail.

Soal ini, banyak tools yang bisa membantu kamu dalam mengoptimasi produk. Contohnya, tools Tubics untuk membantu mengoptimasi YouTube. Kamu akan diarahkan untuk membuat deskripsi dengan baik dan benar. Kata kunci yang dibidik diletakkan di awal, ada link ke luar, minimal 500 kata, kesesuaian tags, dan lain-lain.

3. Kurang melakukan promosi

Alasan mengapa bisnis sepi pelanggan adalah mungkin kamu kurang melakukan promosi. Berinvestasi di kegiatan promosi itu penting untuk menarik pelanggan. Zaman sekarang, kamu bisa menggunakan media sosial untuk promosi. Memasang iklan dengan Facebook ads, Instagram ads, YouTube ads, atau Google ads.

Iklan di media online bisa diatur dan dianalisis secara langsung trafiknya. Kamu juga bisa melakukan promosi secara offline seperti mengikuti bazar, membuka booth di acara-acara seminar, workshop, menjadi sponsor kegiatan CSR, dan lain-lain.

4. Pelayanan yang kurang respon ketika terjadi komplain

Terlalu tua kalau kamu masih menganggap pelanggan adalah raja. Pelanggan bukan raja yang harus terpenuhi segala keinginannya dan kamu sebagai pihak penjual bukan budaknya. Namun, segala ulasan, komentar, testimoni, apalagi komplain tentang baik buruk usahamu dari pelanggan tidak boleh kamu hiraukan.

Pelayanan yang baik adalah kunci bagaimana bisnismu akan berkembang di masa depan. Nilai ini harus kamu tanamkan dan menjadi budaya bisnis atau perusahaan kamu. Usahakan selalu fast response, miliki admin atau customer service yang ramah dan sabar. Pelayanan ini seringkali menjadi hal yang akan diingat pelanggan di samping kualitas produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Nah, jika kamu sudah mau berbenah dengan memperbaiki segala kesalahan, segeralah menganalisis hasilnya. Tentukan target dan inovasi yang membangun perkembangan bisnis. Terpenting,kamu harus memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi dan jangan mudah patah semangat!



Love This Post