5 Tips Belajar Content Marketing Untuk Pemula

Bagi sebagian besar pemula yang baru terjun ke dunia bisnis atau baru merintis usaha, salah satu tantangan yang umum dihadapi adalah bagaimana cara membuat masyarakat mengenal bisnis yang tengah dijalani dan bagaimana membuat mereka tergiur agar ‘beralih’ menjadi customer.

Nah, pemasaran produk menjadi krusial dalam rangka memperkenalkan produk secara luas ke masyarakat. Di zaman yang serba digital seperti sekarang, strategi pemasaran yang dianggap paling efektif adalah melalui content marketing.

Bedanya dengan strategi pemasaran ‘tradisional’, di sini pelaku usaha tidak menawarkan produk dan jasa secara langsung. Mereka akan mengemas ‘promosi’ tersebut ke dalam sebuah konten yang apik, bermanfaat, dan relevan sehingga masyarakat merasa butuh untuk mengakses barang atau jasa tersebut.

Dengan kata lain, isi dari content marketing bukanlah penawaran produk secara gamblang, tetapi menginformasikan barang atau jasa semenarik mungkin sehingga orang yang melihat atau menonton penasaran. Nah, jenis konten yang digunakan bisa beragam, mulai dari website, inforgrafis, video, hingga buku.

Menerapkan strategi content marketing sebetulnya gampang-gampang susah. Bagi kamu yang baru menjalankan bisnis atau usaha dan ingin menjadikan content marketing sebagai strategi pemasaran, Hepi Inc. akan mengulas beberapa trik agar bisa sukses menerapkannya. Simak, yuk!

1. Tetapkan tujuan yang jelas dan bisa terukur

Strategi apa pun akan lebih mudah dijalankan jika ada tujuan yang jelas dan bisa diukur. Begitu juga saat menerapkan content marketing, kamu harus tahu terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai nanti apa sih?. Dengan begitu akan lebih mudah menentukan apa saja yang harus dilakukan dan sumber daya apa saja yang dibutuhkan.

Nah, tujuan yang ingin dicapai juga sebaiknya bisa diukur agar kamu bisa membuat analisis dari masing-masing konten yang ingin digunakan, serta bisa menentukan langkah lain yang bisa ditempuh jika rencana tak berjalan sesuai rencana.

2. Kenali target audiens dan konten yang sesuai

Setelah tahu tujuan kamu dalam memasarkan barang atau jasa tersebut, langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah memahami calon pelanggan.

Siapa sih calon pelangganmu? Apa saja sih hal-hal yang tengah disukai oleh calon pelangganmu? Apa saja sih permasalahan yang dihadapi oleh calon pelangganmu?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan memudahkanmu dalam menentukan konten apa yang sesuai dan harus dikemas dalam bentuk apa untuk memenuhi target pelanggan yang diinginkan.

Untuk mendapatkan data ini, kamu bisa melakukan wawancara, survei, atau diskusi dengan teman/saudara yang kiranya memenuhi kriteria calon pelanggan bisnis/usaha  kamu. 

3. Perbanyak membaca untuk dijadikan referensi

Jangan pernah berhenti mencari inspirasi dari buku atau internet. Karena perkembangan konten itu cepat dan kamu harus selalu kreatif menghasilkan ide-ide segar.

Jangan hanya belajar dari konten yang linier dengan bisnis/usaha kamu, belajarlah dari konten-konten bidang usaha lain. Bisa saja kan kamu menemukan inspirasi dari sana dan kemudian mengolahnya agar bisa sesuai dengan topik bisnis kamu?

4. Buat konten dalam berbagai format

Melihat ketatnya bisnis dewasa ini, agar kamu bisa menjaring banyak target konsumen dari berbagai kalangan, buatlah konten dalam berbagai format sehingga bisa ditayangkan atau dibagikan di berbagai platform. Bisnis atau usaha kamu akan lebih menjagkau target konsumen yang luas dan lebih kompetitif.

5. Buatlah jadwal distribusi konten

Membuat rencana konten dan mengeksekusi konten dengan maksimal memang penting. Namun jangan  sampai lupa menentukan kapan sih konten tersebut harus dibagikan. Tentukan dan atur kapan saja kamu harus mempublikasikan konten dan pastikan bahwa jadwal tersebut rutin. Jangan terlambat atau tidak konsisten.

Kamu juga harus mempertimbangkan keberadaan hari-hari khusus atau hari besar. Karena ini bisa memaksimalkan distribusi konten yang diberikan. Misalnya, kamu membuka usaha makanan berbahan dasar cokelat. Pada momen Hari Valentine, Hari Cokelat Internasional, atau mungkin Hari Ibu, kamu bisa membuat konten khusus terkait hari tersebut.

Bisa dibilang, strategi content marketing  itu seperti mendayung dua pulau sekaligus, karena kamu tak hanya bisa mengenalkan produkmu secara luas tetapi juga membuat masyarakat ‘loyal’ pada konten-konten menarik dan relevan yang kamu tawarkan. Ini bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan konsumen yang lebih besar ke depannya.

Sumber: Mebiso.com

Love This Post

4 Tips Berbisnis Bareng Teman Agar Bisnis Jadi Lebih Mudah

Akan terasa mudah dan menyenangkan jika kamu dan teman punya passion yang sama dalam dunia bisnis dan kalian bisa saling membantu membangun bisnis impian bersama.  

Masalahnya, sedekat apa pun hubungan kalian, bisnis bersama teman tak selalu dapat berjalan sesuai yang diinginkan, bisa saja terdapat beberapa risiko yang menyertainya.

Karena pepatah mengatakan bahwa tak ada teman dalam sebuah bisnis. Bagaimana jika kamu dan teman mengalami perbedaan prinsip di kemudian hari? Mungkin tidak menjadi masalah jika kalian sudah menjalin komitmen bersama dan bisa menyelamatkan hubungan pertemanan.

Bagaimana jika sebaliknya? Namun ini tak berarti bisnis bersama teman tak akan pernah berhasil.  Itulah mengapa perlu ada pertimbangan yang matang sebelum memutuskan berbisnis dengan teman. Ya, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan sebelum memulai usaha bersama teman. Apa saja?

1. Bangun chemistry dan jangan salah memilih teman

Kamu mungkin sudah mengenal lama teman yang akan diajak bisnis, tapi jangan begitu saja setuju untuk berbisnis dengannya. Pastikan kamu dan dia punya kesamaan visi dan misi. Selain itu, kecocokan karakter juga penting untuk keberlangsungan bisnis kalian kedepannya.

Lebih baik lagi jika kamu memilih teman bisnis dengan karakter dan skill yang saling melengkapi sehingga bisnis bisa semakin maksimal. Sehingga kalian berdua sama-sama punya kewajiban dan tidak pecah konsentrasi. Kamu  pun wajib bekerjasama dan membagi pekerjaan dengan adil, agar tidak ada yang merasa ‘berat sebelah’.  

2. Komitmen di awal dalam penentuan job dan pembagian keuntungan

Ini yang paling penting dilakukan dan bisa jadi penentu keberlangsungan bisnis kalian ke depannya. Meski status kalian teman, ‘hitam di atas’ putih harus ada, terutama menyangkut pembagian jobdesc dan keuntungan. 

Pertama-tama, tentukan dulu kalian akan menggeluti usaha apa dan kemudian mulailah membagi jobdesc sesuai dengan kemampuan masing-masing secara imbang. Kemudian pikirkan bagaimana kalian akan membagi keuntungan tersebut ke depannya.

3. Tentukan target, tujuan dan masalah modal usaha

Masih poin yang sangat krusial, setelah kalian tahu akan menggeluti bidang usaha apa, diskusikan perkara tujuan dan target penjualan serta peran masing-masing orang. Dalam menentukan hal ini, kamu dan teman harus punya pemahaman yang sama. Karena biasanya masalah yang muncul di masa depan dipicu oleh kesalahpahaman saat mendiskusikan hal ini.

Yang tak kalah pentingnya adalah diskusi perihal modal usaha. Ketika berbisnis dengan teman, ada baiknya untuk menentukan besaran modal secara transparan dan berimbang. Pastikan uang kalian bukan uang ‘simpanan’ untuk kebutuhan pribadi atau uang yang ‘tidak jelas’ agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

4. Tetap profesional, bedakan pekerjaan dengan bermain, dan harus disiplin

Kunci menjalin bisnis bersama teman adalah profesionalitas. Terkadang kita lupa bahwa kedudukan teman saat berbisnis bukanlah sebagai teman, tapi rekan bisnis. Dan ini membuat kita harus memandang atau memperlakukannya secara profesional pula.

Di luar bisnis, dia dalah temanmu, dan ketika berbisnis dia adalah partner bisnismu. Jadi jangan gunakan alasan pribadi sebagai excuse dalam bisnis kalian. Masalah-masalah pribadi yang sepele juga harus dijauhkan dalam pengambilan keputusan saat berbisnis.

Bukan tidak mungkin kamu dan temanmu bisa sukses membesarkan bisnis bersama. Asalkan kalian betul-betul mempertimbangkan dan merencanakan semuanya dengan matang di awal.

Jika masih ragu, lebih baik diskusikan baik-baik dan jangan tergesa-gesa memutuskan karena bisnis bukanlah sesuatu yang tanpa risiko, terutama saat dilakukan dengan teman sendiri.

Sumber: cermati.com

Love This Post

Cara-Cara Menghilangkan Kantuk di Kantor

Setelah jam makan siang atau di sore hari mendekati jam pulang kantor, sebagian besar orang pasti merasa lelah, mengantuk, atau mulai kehilangan konsentrasi pada pekerjaannya karena rasa kantuk tadi.

Kondisi ini mungkin tak akan berdampak besar jika pekerjaanmu telah dirampungkan atau pekerjaan tak membutuhkan konsentrasi tinggi dan kesempurnaan.

Jika tidak, rasa ngantuk yang tak tertahankan bisa berakibat fatal. Apalagi jika ketahuan menguap beberapa kali atau parahnya ketiduran di meja kantor.

Buat kamu yang sering diserang rasa kantuk di jam-jam penting kantor, Hepi. Inc punya beberapa tips sederhana untuk mengusir rasa kantuk tersebut.

Kamu bisa mencoba salah satu cara di bawah ini agar pekerjaan tak terbengkalai gara-gara rasa kantuk tak terhankan. Yuk, langsung saja kita simak tips-nya berikut ini.

1. Olahraga ringan seperti jalan kaki sebelum berangkat kerja

Jika kamu merasa ngantuk padahal baru datang di kantor alias masih pagi, cobalah untuk ‘pemanasan’ dulu sebelum berangkat kerja. Maksudnya, pastikan kamu berolahraga ringan atau bergerak agar mendapat cahaya matahari pagi dan udara yang sejuk.

Nah, salah satu bentuk olahraga ringan yang bisa kamu lakukan adalah dengan berjalan kaki. Kamu bisa nih berjalan kaki di area luar kantor sebelum masuk. Jika kamu menggunakan kendaraan umum atau transportasi online, jangan turun tepat di depan kantor. Turun di titik yang bisa memungkinkanmu untuk berjalan kaki.

2. Jenuh bikin ngantuk, istirahat sebentar di sela-sela pekerjaan

Rasa kantuk yang menyerang bisa jadi karena kamu sedang jenuh. Untuk menghilangkan kejenuhan sekaligus mengusir rasa kantuk yang datang, cobalah untuk istirahat sebentar di sela-sela pekerjaan. Kamu mungkin bisa mengecek media sosial sebentar, mendengarkan musik atau melihat video musik, atau mengobrol sebentar dengan teman kantor.

Setelah pikiran fresh kembali, baru deh kamu melanjutkan pekerjaan lagi. Namun ingat ya, jangan terlalu lama istirahatnya. Cukup ambil beberapa menit saja.

3. Bikin kopi atau teh di pagi hari

Cara terampuh untuk menghilangkan kantuk adalah dengan mengonsumsi kafein. Kafein bisa menjadi stimulan yang meningkatkan produksi adrenalin dan menghambat zat kimia yang menyebabkan kantuk.

Kafein tak hanya ada pada kopi. Kalau kamu tidak bisa minum kopi atau tidak suka kopi, konsumsilah secangkir teh, cola, atau minuman berenergi.

4. Pastikan di ruangan yang terang

Ternyata, ruangan yang gelap atau kurang pencahayaan bisa membuat seseorang mudah mengantuk. Jika ruanganmu punya jendela dengan pencahayaan yang baik, biarkan cahaya alami tersebut masuk ke dalam ruangan dan duduklah di area yang punya pencahayaan bagus.

Jika ruanganmu mengandalkan bantuan lampu untuk pencahayaan, kamu bisa keluar sejenak untuk mendapatkan paparan sinar matahari.

5. Siapkan makanan ringan yang sehat

Kamu bisa membantu menghilangkan ngantuk di kantor dengan mengonsumsi makanan ringan yang sehat. Pilihlah makanan ringan yang tidak mengandung banyak gula atau karbohidrat, karena ini justru membuatmu mudah ngantuk. Konsumsilah makanan ringan sehat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, yogurt, atau rujak pedas untuk membuat matamu melek kembali.

6. Biar semangat, dengarkan musik favorit kamu

Obat ngantuk selanjutnya adalah mendengarkan musik. Kamu bisa langsung mendengarkan musik favorit saat mulai mengantuk. Namun usahakan memilih musik yang membuatmu bersemangat, karena musik yang bisa membuatmu bergerak atau menari ‘ringan’ lebih ampuh mengusir kantuk dan membuatmu lebih produktif.

7. Tidur teratur

Kalau  terus menerus diserang rasa kantuk saat bekerja, mungkin ada yang salah dengan kualitas tidur kamu. Kebiasaan begadang akan menghancurkan waktu tidur yang berdampak pada performamu keesokan harinya. Pastikan untuk memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang ada untuk kamu tidur dengan nyenyak. Rasa kantuk terkadang datang di saat yang tidak tepat. Jika dia datang saat kamu harus menyelesaikan banyak pekerjaan, lakukan 7 hal di atas untuk mengusirnya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 😉

Sumber: glints.com

Love This Post

7 Camilan Sehat Untuk Teman di Meja Kerjamu

Terlalu banyak ngemil memang kurang baik, tapi saat rutinitas pekerjaan sedang padat-padatnya, tubuh jadi cepat lelah dan lapar. Tak jarang kalau para karyawan punya stok camilan di laci atau mejanya untuk mengurangi rasa lapar yang menyerang.

Mengingat ngemil terlalu banyak kurang baik untuk kesehatan, apalagi jika pekerjaan membuatmu harus duduk berjam-jam, ada baiknya untuk memilih camilan yang lebih sehat dan lebih mengenyangkan tentunya.

Hepi. Inc punya beberapa rekomendasi camilan sehat yang bisa jadi teman di kala pekerjaanmu sedang hectic-hectic-nya. Yuk, intip camilan apa saja:

1. Yogurt dengan potongan buah di atasnya

Camilan sehat pertama yang bisa kamu coba adalah yogurt dengan potongan buah. Kamu tak perlu merasa bersalah ketika mengonsumsi camilan ini karena dia tak akan membuatmu gemuk.

Nah, yogurt mengandung beragam jenis vitamin, kalsium, dan kalium yang sangat baik bagi tubuh dan dipercaya bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Yuk, mulai sekarang ganti camilan kurang sehatmu dengan makan yogurt. Jangan sampai di tengah hectic-nya pekerjaan kamu ‘tumbang’ gara-gara ngemil sembarangan!

2. Popcorn

Rasanya aneh kalau tidak ngemil sesuatu yang kriuk atau gurih. Namun jangan khawatir, kamu bisa mengonsumsi popcorn sebagai pengganti keripik asin yang biasa kamu makan. Ya, popcorn adalah camilan sehat yang bahkan dinilai lebih menyehatkan daripada keripik sayur.

Popcorn mengandung kalori dan serat yang bisa membuatmu cepat kenyang meski hanya memakannya sedikit. Enggak bakal kebablasan ngemil deh kalau stok popcorn di laci atau meja kerja 😉

3. Apel dan selai kacang

Buah apel selalu dimanfaatkan orang yang sedang menjalani program menurunkan berat badan untuk menunda rasa lapar. Apel mengandung banyak serat sehingga bisa membuat kamu kenyang lebih lama. Untuk teman ngemil di kantor, kamu bisa makan buah apel yang dicocolkan ke dalam selai kacang.

4. Dark chocolate

Penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen menyatakan bahwa cokelat hitam mampu mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan manis, asin, atau berlemak. Ingat ya, cokelat hitam tanpa campuran apa pun.

Mengonsumi dark chocolate akan membuatmu lebih mudah kenyang sehingga camilan yang satu ini bisa jadi teman setia di meja kerjamu.

5. Kurma

Kurma memiliki kandungan gula alami yang bisa membantu memulihkan atau memberikan energi pada tubuh. Buah ini juga kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang bisa memberikan rasaka kenyang lebih lama.

Hanya dengan tiga biji kurma, perut yang tadinya keroncongan akan terasa kenyang dan kamu pun mendapatkan energi baru untuk melanjutkan pekerjaan.

6. Granola bar

Camilan yang satu ini memang sering dikonsumsi oleh mereka yang tengah menjalani program diet. Granola bar adalah camilan yang terbuat dari oats dan memiliki kadar serat tinggi sehingga membuatmu kenyang dalam waktu yang lama. Camilan ini juga rendah gula jika dibandingkan permen atau cokelat manis.

7. Bolu pisang

Camilan sehat terakhir yang bisa jadi teman ngemilmu di kantor adalah bolu pisang. Pisang bisa membuatmu cepat kenyang dan mengisi energi dengan cepat karena mengandung karbohidrat  Eits, tapi perlu diingat, jika pisangnya sudah dijadikan kue bolu, pastikan tidak mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan.

Itulah daftar camilan sehat yang bisa menemani momen-momen ngemil kamu di kantor atau saat harus kerja lembur. Selamat mencoba 😉

Sumber: IDNTimes

Love This Post

Pemburu Magang Kerja, Ada Baiknya kamu Magang di Perusahaan Startup Karena 5 Alasan Ini

Sebelum betul-betul terjun ke dunia kerja atau saat merasa ragu karena pengalaman kerja di CV dirasa kurang mampu menarik perhatian HRD, tak ada salahnya untuk berburu program magang kerja. Terutama buat kamu yang mendekati lulus atau baru lulus dan belum memiliki banyak pengalaman kerja profesional.

Ya, mengikuti program magang, baik dibayar atau tidak dibayar, akan membuka peluang bagi seseorang sebelum “mencicipi” dunia karier secara profesional. Lewat dunia permagangan ini kamu bisa membuka peluang untuk karier profesional ke depannya.

Kamu bisa memilih ingin magang sesuai dengan jurusan yang digeluti saat kuliah atau sesuai dengan karier yang ingin dibangun ke depannya. Nah, untuk yang sedang berburu magang kerja, dan bingung memilih akan magang di mana, tak ada salahnya untuk mendaftar magang di perusahaan startup.

Perusahaan startup kini menjadi salah satu perusahaan favorit anak muda karena startup dinilai memiliki kultur perusahaan yang lebih menyenangkan dan memberikan banyak keuntungan terutama pada mereka yang sedang mencari pengalaman.

Hepi. Inc telah merangkum beberapa sisi positif magang di perusahaan startup. Simak yuk, ulasannnya berikut ini.

1. Perusahaan startup memberikan kamu banyak pengalaman baru

Perusahaan startup punya model bisnis yang cukup unik, di mana para pekerjanya akan terus ditantang untuk menemukan ide atau solusi baru dalam menyelesaikan masalah bisnis. Magang di lingkungan seperti ini akan mengasah ide-ide kreatif dan potensi terpendam yang selama ini tak kamu sadari.

Bekerja di startup juga bisa menambah pengalamanmu karena bukan menjadi hal yang mustahil jika kamu dituntut untuk  bisa mengerjakan banyak pekerjaan berbeda. Inilah yang melatih kamu agar bisa  multitasking sekaligus fleksibel terhadap berbagai jenis tantangan dalam pekerjaan.

2. Waktu kerja yang fleksibel

Serunya magang di perusahaan startup adalah kamu  tidak terikat waktu kerja pada umumnya. Dalam artian, jam kerjanya jauh lebih fleksibel dan tak menuntut kamu untuk berada di kantor dari pagi hingga sore alias nine to five.

Perusahaan startup cenderung memberikan jam kerja yang fleksibel agar karyawannya memaksimalkan kinerja. Jika pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dalam waktu singkat, karyawannya tak perlu berada di kantor selama 8 jam sehari.

3. Tak hanya waktu kerja yang fleksibel, kamu bisa kerja remote

Selain bebas mengatur waktu kerja sesuai dengan ‘jam nyaman’ kamu, kerja di perusahaan startup juga enggak harus datang ke kantor setiap hari. Terdapat beberapa perusahaan startup yang memberikan kesempatan pada karyawannya untuk bekerja di luar kantor alias remote.

Nah, hal ini sangat menguntungkan jika kamu masih berstatus mahasiswa dan tak bisa datang ke kantor setiap hari karena mungkin ada kuliah dadakan atau harus bimbingan dengan dosen. Karena tak harus ke kantor, kamu bisa memanfaatkan waktu perjalanan yang tak terpakai untuk melakukan tugas-tugas lain.

4. Berlatih berpikir kritis

Dari proses inilah bos dan karyawan bisa bertukar ide dengan porsi lebih banyak dan kamu pun jadi tertantang untuk berpikir kritis setiap waktu.

Budaya kerja di startup cenderung terbuka, meski ada alur komando yang jelas tak ada hierarki yang kaku antara bos dan karyawan. Karyawan pun  bebas mengemukakan pendapat atau idenya tanpa harus takut dengan bosnya.

5. Suka mencoba berbagai hal. Jika gagal, coba lagi

Karena dituntut untuk selalu menelurkan ide-ide kreatif, kamu akan sering bertemu kegagalan. Uniknya, kegagalan ini tak akan membuatmu patah semangat. Sebaliknya, mengalami kegagalan saat bekerja di perusahaan startup akan membuatmu penasaran untuk menemukan solusi terbaiknya.

Tentunya hal ini juga didukung budaya perusahaan yang menggembleng karyawannya menjadi pribadi tangguh dalam menghadapi kegagalan. Dan pengalaman ini yang nantinya sangat bermanfaat buat kamu saat terjun langsung ke dunia profesional yang sesungguhnya.

Program magang bisa menjadi batu loncatan dan fondasi untuk karirmu kelak. Dan magang di perusahaan startup bisa memberikan banyak pelajaran berharga yang membantumu dalam beradaptasi dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Selamat berburu magang kerja!

Sumber: Mebiso

Love This Post

Mau Belajar Bisnis Online Gratis? Yuk, Kunjungi 5 Situs Ini

Mempelajari sesuatu yang bersifat praktik seperti berbisnis biasanya akan lebih mudah jika langsung diterapkan.

Namun, berbisnis pada dasarnya bukanlah perkara yang mudah. Butuh nyali yang kuat dan sifat pantang menyerah ketika mencoba peruntungan dari bisnis. Jika tak punya pengalaman sama sekali, minimal kamu memiliki pemahaman terkait bisnis.

Nah, pemahaman terkait dunia bisnis mungkin bisa didapat dari sekolah bisnis—jika kamu punya banyak waktu luang. Jika tidak, ada cara lain yang lebih mudah dan fleksibel dalam soal waktu, yaitu dengan mengikuti online course. Ya, hanya bermodal smartphone atau laptop, kamu sudah bisa belajar bisnis dari para ahli yang sudah lalang melintang di bidangnya.

Kali ini, Hepi Inc. akan merekomendasikan beberapa situs yang bisa kamu kunjungi untuk belajar bisnis secara serius dan mendalam. Apa saja?

1. Udemy

Merupakan salah satu platform terkenal di dunia untuk belajar tentang apa pun. Banyak sekali kelas menarik dari berbagai bidang yang ditawarkan di sini, termasuk kelas tentang bisnis. Instruktur yang bergabung juga berasal dari seluruh dunia dan benar-benar ahli di bidangnya.

Kamu tinggal cari dan pilih kelas bisnis apa yang diinginkan. Tak perlu khawatir soal bahasa, karena fitur translate sudah tersedia di platform ini. 

2. Udacity

Situs yang didirikan sejak tahun 2011 silam ini termasuk salah situs yang difavoritkan juga untuk belajar bisnis secara online. Selain kelas bisnis, terdapat pula kelas AI, data science, programming, dan autonomous system.

Kelas yang disediakan ada yang berbayar, tapi ada juga yang gratis. Lumayanlah ya buat coba-coba. Kalau tertarik, bisa eksplor kelas lebih dalam lagi lewat fitur yang berbayar. Oh ya, Udacity juga menyediakan online course dengan sertifikasi. Jadi, kamu akan mendapatkan sertifikat layaknya belajar di sekolah konvensional.

3. Coursera

Belajar bisnis secara online juga bisa dilakukan melalui Coursera. Situs ini juga menyediakan kelas-kelas menarik di berbagai bidang, mulai dari biologi, web programming, marketing, hingga bisnis. Sama seperti Udacity, ada kelas yang berbayar dan ada kelas yang gratis.

4. Khan Academy

Mau dapat ilmu bisnis sedetail-detailnya, tanpa membayar sepeser pun dan hanya berbekal kuota internet? Cobalah meluncur ke situs Khan Academy. Situs ini berisi berbagai macam course berkualitas yang bisa kamu akses secara gratis.

Meski gratisan, kualitas kontennya tak perlu diragukan lagi. Mau belajar bisnis dari nol pun bisa. Di dalamnya juga ada fitur komunitas yang bisa mempertemukanmu dengan orang yang ahli di bidangnya sekaligus menambah koneksi baru.

5. Edx

Situs untuk belajar bisnis secara online selanjutnya adalah Edx. Situs ini merupakan salah satu online course yang paling top di dunia karena materinya berasal dari berbagai universitas terbaik di dunia.

Kamu tak perlu jadi mahasiswa Standford atau Harvard Business School untuk bisa belajar materi-materi bisnis terbaiknya. Whoa, ini lumayan banget, kan? Langsung deh akses kelas-kelasnya biar makin mantap pengetahuan bisnis kamu  😉 Bagaimana? Sudah menemukan situs mana yang akan dicoba untuk belajar bisnis?  Mungkin kamu bisa mencoba satu per satu atau bahkan semuanya karena di tiap-tiap situs mungkin ada kelas menarik yang ditawarkan. Semoga informasi di atas bermanfaat dan selamat mencoba 😉

Love This Post

Agar HRD Perusahaan Tertarik, 5 Hal Ini Harus Ada Di Profil LinkedIn Kamu!

LinkedIn bukanlah media sosial ‘sembarangan’. Berbeda dari media sosial kebanyakan, LinkedIn berfokus pada ‘dokumentasi’ keahlian atau kemampuan seseorang; seperti CV versi online .

Di sini kamu tak hanya bisa terhubung dengan teman terdekat, tetapi juga bertemu dengan para profesional dari latar belakang profesi yang berbeda. LinkedIn juga dimaksimalkan oleh banyak orang untuk mencari pekerjaan atau pengembangan karir. Kamu mungkin adalah salah satunya yang menggunakan LinkedIn untuk keperluan tersebut.

Nah, membuat profil di LinkedIn kesannya memang mudah, tapi tricky. Karena kamu harus bisa mengubah profil yang ‘seadanya’ menjadi lebih menonjol dan profesional. Dengan begitu, HRD enggak akan berpikir dua kali untuk menghubungi kamu.

Hepi Inc. akan kasih bocoran,  apa saja yang harus kamu lakukan untuk membuat profil LinkedIn menjol. Simak ulasannya berikut ini, ya 😉

1. Buat profil yang lengkap dan menampilkan kelebihan

Sama halnya dengan CV, di LinkedIn ada bagian-bagian untuk mendeskripsikan pengalaman kerja , volunteer, atau bahkan organisasi. Di sini, cobalah untuk bercerita secara singkat apa saja yang kamu lakukan ketika menjalani profesi tersebut atau menjalankan kegiatan tersebut, jangan hanya ditulis profesi/jabatan saja tanpa penjelasan.

Yang tak kalah penting lagi adalah headline profil kamu. Pastikan isinya lengkap dan bisa merangkum kelebihan kamu sehingga perekrut mudah menemukan profilmu. Sematkan pula foto profil terbaik dan meyakinkan sehingga HRD tertarik untuk scroll profilmu lebih jauh lagi.

2. Tunjukkan karakter

Kamu mungkin sudah menjelaskan dengan detail riwayat pekerjaanmu selama ini. Namun, kenapa tak banyak HRD yang melirik profilmu? Bisa jadi kamu kurang menonjolkan karakter unik dalam dirimu dalam profil tersebut. Apalagi jika kamu memiliki profesi yang cukup kompetitif di pasar tenaga kerja.

Jangan ragu untuk menuliskan kelebihan atau keunikan kamu. Karena ini bisa menarik perhatian HRD dan jadi nilai tambah di mata mereka.

3. Tampilkan hasil karya

Buat yang bekerja di bidang kreatif, cuap-cuap panjang lebar tentang kemampuan atau riwayat pekerjaan tak akan bisa menunjukkan kemampuanmu yang sesungguhnya. Eits, ini bukan berarti menjelaskan riwayat pekerjaan dengan detail tidak berguna sama sekali, ya!

Penting, tapi sertai pula dengan bukti nyata.  Setelah menceritakan detail riwayat pekerjaan, jangan lupa melampirkan contoh karyamu. Tunjukkan dengan bangga hasil kerjamu dan buatlah HRD tertarik dengan hasil kerjamu.

4. Jadi orang yang aktif

Profil yang cakep saja ternyata tak cukup, kamu harus aktif juga di LinkedIn. Minimal ikut/follow organisasi yang menginspirasi, membuat koneksi baru, bergabung dengan komunitas/grup yang sesuai dengan jenis bisnis atau pekerjaan kamu, atau bahkan ikut diskusi yang ada di LinkedIn.

Siapa tahu kan ternyata HRD berseliweran di grup-grup atau forum diskusi tersebut? So, jangan ragu untuk terlibat aktif di LinkedIn dan buatlah koneksi baru di sana.

5. Suarakan opini atau pendapat dalam bentuk tulisan

Cara lain untuk menunjukkan potensi diri adalah menyuarakannya dalam bentuk tulisan. Misalnya nih, kamu punya pandangan khusus terntang topik atau kasus yang ada kaitannya dengan profesi yang kamu geluti, cobalah untuk menuliskan pandanganmu secara menyeluruh.

Ketika HRD melihat tulisan tersebut, mereka akan tahu seberapa jauh kamu memahami bidang pekerjaanmu. Sebuah nilai tambah bukan untuk mempercantik profil LinkedIn dan membuat HRD segera menghubungi kamu? Apa pun tujuan kamu membuat akun LinkedIn, pastikan untuk memolesnya seprofesional mungkin. Dan 5 cara di atas setidaknya bisa membantu memaksimalkan profil LinkedIn-mu dan membuatnya menonjol di mata HRD. Selamat mencoba 😉

Love This Post

Sering Gugup Ketika Presentasi? 12 Cara ini Bisa Mengatasinya!

Bagi sebagian orang, presentasi terkait pekerjaan maupun kegiatan public speaking lainnya bisa membuat mereka ketar-ketir. Bukannya tidak menguasai bidang yang mereka geluti, tetapi rasa nervous membuat ide-ide brilian atau apa pun yang ingin disampaikan mendadak menguap entah ke mana.

 Sebenarnya rasa grogi itu wajar. Namun kalau mengganggu jalannya presentasi atau bahkan ‘mengacaukannya’, kamu harus mencari jalan keluar untuk mengatasi rasa grogi berlebihan tersebut. Enggak lucu dong kalau mau presentasi di depan klien atau investor, eh, kamu bicaranya belepotan. Bisa dianggap kurang kredibel, deh, oleh mereka!

Jangan biarkan kesempatan emas lari begitu saja hanya karena terlalu gugup saat presentasi. Hepi Inc. memiliki 12 cara ampuh untuk mengatasi rasa grogi saat presentasi yang bisa kamu terapkan. Apa saja?

1. Kuasai materi

Lakukan persiapan dengan matang, terutama terkait materi yang akan disampaikan. Pahami semua materi secara menyeluruh hingga detail terkecil, jangan sampai ada satu atau dua hal yang tidak kamu mengerti.

Buatlah garis besar dari pembahasan yang akan disampaikan agar kamu lebih mudah menyampaikan materi presentasi (ini bisa menjadi pengingat jika kamu lupa apa lagi yang harus disampaikan serta menghindari pembahasan yang bertele-tele).

2. Antisipasi pertanyaan

Namanya juga presentasi, pasti akan muncul pertanyaan-pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Terkadang, pertanyaan tersebut terlalu ajaib dan mungkin tidak pernah terpikirkan olehmu. Ini adalah hal penting yang harus kamu antisipasi.

Caranya, perbanyak riset pada masalah-masalah terkait yang akan kamu presentasikan. Sumber riset juga harus luas agar kamu memahami lebih luas konteks yang akan dibicarakan.

3. Hindari makanan pedas

Selain hal-hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan presentasi, ada faktor ‘X’ dari luar yang bisa mengacaukan presentasi. Ya, makanan yang kamu konsumsi. Buat yang suka pedas atau makanan yang mengandung gas seperti kacang-kacangan, tahan-tahan dulu deh, kalau mau presentasi.

Rasa panik atau stres  akan memicu naiknya asam lambung. Jika kamu mengonsumsi makanan pedas atau bergas sebelumnya, lambung yang sudah tidak nyaman tersebut akan semakin beraksi dan memicu masalah pencernaan lain.

4. Minum air mineral

Selain membuatmu lebih fokus, minum air mineral akan membantu menyegarkan tenggorokan dan memberikan efek tenang. Sebelum presentasi, konsumsilah air  mineral secukupnya. Minumlah secara perlahan dan nikmatilah proses minum air tersebut.

5. Datang lebih awal

Terkadang rasa panik itu  muncul karena kita tergesa-gesa. Sebenarnya, kamu sudah mempersiapkan materi dengan baik. Namun saat datang terlambat, kamu menjadi terlalu panik dan semua yang telah disiapkan akhirnya berantakan.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, datanglah lebih awal. Persiapkan dan periksa perlengkapan yang akan digunakan untuk presentasi. Amati ruangan yang digunakan untuk berpresentasi agar kamu tidak asing dan lebih nyaman. 

6. Berbincang sebelum presentasi

Ketika merasa gugup menjelang presentasi, jangan malah diam saja atau panik sendiri membuka materi yang akan disampaikan. Lebih baik tenangkan dirimu dengan menyapa kolega yang sudah datang. Ciptakan suasana hangat dengan kolega yang akan menjadi audiensmu agar rasa gugup atau tidak nyaman berkurang.

7. Lakukan peregangan

Presentasi ternyata butuh pemanasan. Tak perlu gerakan yang muluk-muluk, cukup gerakkan leher, tangan, dan kaki untuk meregangkan otot-otot yang tegang akibat rasa grogi.

8. Toilet first

Sedang fokusnya presentasi, eh, tiba-tiba kebelet. BIG NO! Toilet adalah tempat sakral yang harus kamu kunjungi di detik-detik akhir menjelang presentasi. Pastikan urusan dengan toilet telah selesai sebelum kamu berada di meja presentasi.

9. Gunakan mouthwash

Mouthwash atau obat kumur bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara. Meski tidak bau mulut, penggunaan mouthwash ini penting untuk memberikan rasa segar pada mulut yang secara tidak langsung akan mempengaruhi mood kamu juga.

10. Pilih pakaian yang tepat dan nyaman

Penampilan menjadi salah satu elemen penting saat presentasi. Usahakan untuk menggunakan pakaian senyaman mungkin, bersih, dan tentu saja enak dipandang. Eits, ini bukan berarti harus ‘mewah’ dan ‘berlebihan’. Yang terpenting adalah menyesuaikan pakaian dengan kondisi lingkungan sekitar dan kepada siapa kamu akan berpresentasi.

11. Posisi badan yang benar

Posisi badan tidak boleh membungkuk, pastikan tubuhmu tegap. Namun jangan hanya tegap, kaku, dan terdiam seperti patung. Kamu bisa mengakalinya dengan sesekali bergerak atau berjalan ke sisi yang berbeda saat presentasi.

12. Jangan lupa berdoa

Setelah semua persiapan dilakukan, berdoalah sebelum memulai presentasi. Tanamkan juga pemikiran positif di kepala agar kamu semakin mantap untuk memberikan yang terbaik saat presentasi nanti. Itulah tadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rasa gugup saat presentasi. Jadi, sudah siap untuk tampil maksimal di presentasi selanjutnya?

Love This Post

5 Tren Perilaku Konsumen Indonesia, Apa Saja?

Jika kamu berencana merintis bisnis atau sedang memikirkan strategi marketing yang jenius, salah satu hal yang harus dipelajari atau dipahami adalah tren perilaku konsumen.

Karena apa yang menggerakkan konsumen untuk membeli barang atau menggunakan jasa bisa menjadi gambaran, seperti apa ‘pasar’ yang potensial atau barang/jasa apa yang punya potensi besar untuk dijual di ‘pasar’ yang potensial tersebut.

Perilaku konsumen selalu berbeda-beda setiap tahunnya, tapi ada beberapa yang mengulangi tren-tren dari tahun sebelumnya dan ini bisa dijadikan gambaran bagi para pelaku usaha untuk mengenal perilaku konsumen mereka.

Berikut adalah tren perilaku konsumen Indonesia beberapa waktu terakhir yang telah HepI Inc. rangkum dari beberapa sumber. Yuk, intip!

1. Konsumen memiliki aspirasi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya

Aspirasi masyarakat semakin lama semakin tinggi  dan beragam terhadap barang/jasa yang dipilih. Tak hanya bermanfaat, masyarakat juga mencari kenyamanan, nilai emosional yang lebih tinggi, dan bahkan ‘nilai barang/jasa’ yang lebih tinggi dengan alasan ‘status’.

Misalnya saja saat permintaan masyarakat terhadap jasa Grab-Car atau Go-Ride meningkat. Masyarakat yang menggunakan jasa tersebut bisa merasakan bagaimana punya supir pribadi atau punya mobil (bagi yang belum punya atau belum pernah naik mobil pribadi).

Nah, pelaku bisnis masa kini harus mampu menyediakan barang/jasa untuk memenuhi permintaan masyarakat yang ingin  merasakan pengalaman yang belum pernah mereka alami sebelumnya tersebut.

2. Faktor F yaitu Fans/Followers, Friends, Family

Jika dulu pebisnis berbondong-bondong menyebarkan promosi sebanyak-banyaknya, kini mereka harus memperhatikan berapa banyak follower atau subscriber yang dimiliki, dan seberapa tinggi engagement mereka.

Percuma bisa mendapatkan banyak saluran untuk beriklan jika faktor F tak berhasil dipenuhi. Karena faktor ‘F’ ini adalah kunci untuk mempertahankan konsumen lama sekaligus menarik kepercayaan konsumen baru.

3. Konsumen mudah menemukan sesuatu

Di zaman sekarang, masyarakat mudah melakukan pencarian lewat smartphone. Hal ini membuat masyarakat lebih mudah menemukan barang/jasa yang menarik perhatian mereka.

Ketika menemukannya, tentu masyarakat ingin mencari tahu lebih banyak barang/jasa tersebut.  Ini yang menjadi alasan penyematan UPC Barcodes atau QR Codes pada iklan atau TV komersial agar masyarakat bisa langsung mengakses informasi yang diinginkan.

Nah, kamu bisa merespons dengan menyediakan jasa untuk memenuhi kecenderungan masyarakan yang mudah menemukan sesuatu tersebut, seperti Location-Based Services, NFC, Digital Wallet, dan Augmented Reality.

4. Memiliki keinginan besar untuk stand out

Meski masyarakat masa kini menyukai sesuatu yang ringkas tapi berkualitas, sebagian besar masih memiliki perilaku yang dinamis. Dalam artian, mereka masih mempertimbangkan tren yang berlaku juga agar dianggap ‘kekinian’ atau mengikuti perkembangan zaman.

Melihat perilaku konsumen yang seperti ini, pelaku bisnis harus mampu melakukan behavioral tracking (menelusuri situs-situs apa atau konten-konten apa yang diakses oleh pengguna internet) untuk menentukan segmentasi pasar.  Menguasai Google Analytics dan Facebook Insight sangat membantu dalam menjawab tren perilaku konsumen seperti ini.

5. Konsumen merindukan peran offline

Sekarang semua serba online, strategi marketing jadul dilupakan saja. Yakin? Padahal, membangun koneksi online dan offline ternyata sama-sama penting. Karena bisa jadi kesempatan malah muncul dari peran offline.

Jangan pernah mengesampingkan peran offline! Jika ingin memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan sebaik-baiknya, kamu harus bisa menarik semua pasar potensial di medium apa pun, entah itu online atau secara offline. Mengingat persaingan pasar yang ketat, pelaku usaha harus berfokus pada konsumen dan memahami betul apa yang konsumen inginkan. Semoga ulasan di atas bisa memberikan insight dan memudahkanmu dalam menyusun strategi marketing yang jenius, ya !

Love This Post

Ciri-Ciri Perusahaan dengan Budaya Kerja yang Positif.

Budaya kerja yang positif adalah elemen yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Nah, budaya tersebut diciptakan dengan tujuan membuat karyawan lebih produktif dan mencapai hasil yang sejalan dengan visi perusahaan.

Suka dengar, kan, karyawan yang resign dengan alasan budaya kerja perusahaannya enggak mendukung mereka untuk berkembang atau membatasi kreativitas karyawan? Itulah yang menjadi alasan mengapa budaya kerja ini begitu krusial dalam menentukan ‘keberhasilan’ sebuah perusahaan.

Kira-kira, budaya kerja yang seperti apa sih yang bisa menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mampu membuat karyawannya berkembang? Simak, yuk, ulasan Hepi Inc. berikut ini.

1. Lingkungan kerja yang produktif

Ketika lingkungan kerja kondusif, karyawan akan menjadi produktif. Oleh karena itu, lingkungan kerja yang produktif harus dibangun. Salah satu caranya adalah melalui dekorasi ruangan atau menyediakan ruang rekreasi bagi karyawan untuk rehat sejenak. Selain itu, budaya kantor yang terlalu intimidatif juga bisa membuat karyawan merasa kurang nyaman dan bisa mempengaruhi produktivitas mereka.

2. Komunikasi yang jujur dan terbuka

Ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan poin sebelumnya karena bisa membuat lingkungan kerja menjadi tidak produktif apabila komunikasi antar karyawan tidak terjalin dengan baik. Apalagi jika ada politik kantor yang pelik, ini bisa menimbulkan suasan kerja yang tidak kondusif.

Oleh karena itu, perusahaan harus bisa menciptakan komunikasi yang jujur dan terbuka sebisa mungkin agar menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

3. Suasana seru agar karyawan merasa rileks

Seperti yang sudah disinggung Hepi Inc. sebelumnya, ‘iklim’ kantor yang terlalu ‘seram’ atau ‘intimidatif’ tentu membuat karyawan tertentu merasa kurang nyaman. Terlebih pada karyawan yang lebih muda dengan karakter mereka yang aktif dan fun.

Tidak ada salahnya untuk sesekali tertawa bersama dan menikmati candaan di tengah-tengah penatnya bekerja.

4. Selalu ada penghargaan dan motivasi kepada tim

Semua individu dalam perusahaan tentu berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target, rasanya tidak berlebihan jika sesekali memberikan penghargaan agar memotivasi mereka.

Misalnya saja dengan memberikan bonus, promosi, sertifikat, atau hadiah lainnya untuk menghargai kerja keras dan waktu mereka. Hal ini akan membuat karyawan merasa dihargai dan membuat mereka lebih ‘memiliki’ perusahaan dan pekerjaannya. Budaya perusahaan yang menyenangkan dan memberikan kesempatan bagi para pegawai untuk mengekspresikan kesukaan atau rasa kekeluargaan mereka, tentu membuat rasa kepemilikan karyawan pada perusahaan lebih besar dibanding kultur yang kaku. Apakah perusahaan kamu telah menerapkan budaya kerja yang positif ?

Love This Post