Alasan-Alasan Kenapa Generasi Milenial Sering Pindah Kerja

Pekerjaan menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh seorang yang telah lulus dari bangku pendidikan. Mencari pekerjaan bukan hal yang mudah, karena semakin banyak pengangguran yang juga ingin mendapat pekerjaan.

Namun, beberapa tahun belakangan, terdapat suatu fenomena menarik dimana pekerja sering berpindah kerja dalam waktu yang singkat. Fenomena ini banyak terjadi di generasi milenial, atau generasi yang lahir di tahun 1980an – 1997.

Mengapa bisa begitu ya? Apakah kamu salah satunya? Berikut adalah alasan-alasan kenapa generasi milenial sering pindah kerja.

1. Ingin tahu berbagai hal yang ada di dunia


Salah satu karakteristik generasi milenial adalah cenderung tertarik dengan hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Hal ini terjadi karena teknologi internet yang membuat akses informasi dengan mudah bisa didapat. 

Karakter milenial yang penasaran dengan hal baru memberikan kecenderungan bagi mereka untuk menemukan tempat kerja yang lebih menarik. Bahkan, ketika seorang mendapatkan tempat kerja yang cukup menyenangkan, ia cenderung akan mencari yang lebih baik lagi.

2. Terpacu untuk mengembangkan kemampuan diri

Milenial juga dikenal dengan generasi yang produktif, khususnya dalam hal mengembangkan kemampuan kerja. Generasi milenial cenderung akan mempelajari sesuatu dengan bersemangat, hingga mereka merasa menguasai hal yang dikerjakan.

Ketika mereka merasa telah menguasai suatu skill, mereka tak akan takut untuk mengambil risiko dengan memilih untuk berpindah kerja. Dengan bermodal skill yang telah dikuasai, mereka memilih mengembangkan karir dan mengembangkan diri lebih jauh lagi.

3. Seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi

Hal lain yang dicari oleh generasi milenial adalah keseimbangan antara hidup dan karir, atau yang biasa dikenal dengan istilah work-life-balance. Generasi milenial cenderung merasa kalau pekerjaan bukan sebuah hal yang mengekang mereka.

Kalau kamu merasa tidak nyaman untuk bekerja penuh waktu karena merasa lelah, mungkin kamu salah satu dari generasi ini. Milenial lebih menyukai pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote atau tele-computing. Generasi ini pada umumnya lebih menekankan pada aspek task-oriented ketimbang time-oriented.

4. Ingin punya pekerjaan fleksibel dan nyaman tapi tetap menghasilkan

Buat kamu seorang milenial, peraturan bukanlah hal yang kamu sukai. Apalagi peraturan yang bersifat mengekang dan wajib, seperti seragam dan jam keluar masuk kantor. Kamu justru lebih bersemangat ketika tak ada peraturan yang bisa membatasi kamu untuk berkreasi dan menelusuri hal baru. Iya, kan?

Oleh karena itu, generasi milenial lebih menyukai tempat kerja yang tidak membosankan. Dengan suasana kerja yang fleksibel dan nyaman, kamu bisa bekerja dengan baik.

5. Ingin punya atasan yang memberikan pengetahuan lebih, bukan sekadar perintah

Keinginan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membuat milenial lebih memilih bekerja dengan atasan yang bisa membimbing. Kamu akan lebih menyukai atasan yang memberimu arahan dan saran untuk setiap tugasmu, dan bukan yang hanya memberi tugas.

Wawasan, terutama untuk hal baru dan yang ingin dikuasai, menjadi nilai penting untuk kamu dalam bekerja. Sehingga, selain mencari uang kamu juga akan mendapat pengalaman dan ilmu baru yang siap kamu tingkatkan di kemudian hari.

6. Fokus dan tidak suka menunda

Generasi milenial bukan sekelompok orang yang sabar dengan keadaan tertentu. Kamu cenderung akan membandingkan kondisi kamu yang sekarang dengan yang bisa kamu dapatkan di tempat kerja lain.

Hal ini membuat kamu tanpa berpikir panjang berkeinginan untuk pindah kerja. Tak bisa sabar ini sering kali berujung pada keputusan yang tergesa-gesa, dan gegabah. Namun, disisi lain melakukan sesuatu dengan cepat juga berarti kamu sudah membuat progres atas apa yang kamu kerjakan.

Itulah tadi beberapa alasan kenapa generasi milenial suka pindah kerja, mereka ini kadang disebut ‘kutu loncat’ oleh generasi yang lebih tua. Kecenderungan suka pindah kerja ini tentu memiliki sisi baik dan buruknya. 





Love This Post

Ikuti 5 Cara Ini Agar Pengeluaran Bulanan Lebih Hemat

Bicara soal uang, apakah kamu termasuk yang kaya saat gajian dan auto-miskin di sehari setelah gajian? Duh, jangan sampai! Manajemen keuangan ini sangat penting ya, apalagi untuk generasi milenial yang sangat mudah tergiur promo dan punya banyak sekali keinginan untuk ini dan itu. 

Menabung dan berinvestasi menjadi dua hal yang sering digembar-gemborkan saat ini. Itu karena gaya hidup anak muda zaman sekarang yang seringnya berlebihan dalam mengeluarkan uang untuk hal-hal yang kurang perlu. 

Kamu harus membatasi pengeluaran bulanan dengan kemauan dan tekad yang kuat. Disertai niat dan praktik yang harus benar-benar kamu patuhi. Bagaimana caranya? Yuk, ikuti tips berikut ini.

1. Membuat budgeting atau anggaran

Di awal bulan setelah kamu gajian, ada baiknya kamu mengatur kotak-kotak pengeluaran mana yang harus dibayarkan dan harus terpenuhi. Mulai dari pengeluaran primer seperti anggaran makan, uang kos, kontrak, PDAM, PLN, dan transportasi. Kemudian anggaran belanja yang sifatnya memenuhi hasrat keinginan, serta sisakan untuk dana darurat.

Lebih mudah jika kamu menerapkan trik berikut agar kamu secara tidak langsung dipaksa berhemat.

Membagi Anggaran ke dalam Amplop

Buat amplop atau folding map atau boleh juga dengan plastik kecil tertutup atau yang lebih kekinian bisa menggunakan rekening berbeda. Beri nama masing-masing sesuai kebutuhan. Pisahkan anggaran untuk makan, untuk laundry, untuk transportasi, untuk sedekah, tagihan, dan lain-lain.

Strategi 50:30:20

Strategi ini sudah banyak disarankan oleh para akun financial advisor. 50% dari gaji, gunakan untuk kebutuhan primer sehari-hari, 30% untuk memenuhi keinginanmu, dan 20% sisanya harus kamu tabung dan jangan diambil kecuali sangat super-duper-darurat.

2. Batalkan biaya langganan yang tidak penting

Kebiasaan kamu muda-mudi Indonesia saat ini adalah memiliki langganan yang kadang-kadang kurang penting. Langganan spotify atau portal streaming musik, member gym tapi jarang olahraga, kartu kredit, dan yang mengerikan adalah peer-to-peer lending alias kredit online.

Tanpa kamu sadari, biaya langganan ini seringkali memangkas penghasilanmu lho. Hitung saja dalam setahun. Lebih baik, batalkan yang kiranya kamu tidak benar-benar membutuhkan.

3. Paksa diri sendiri untuk mau “hidup susah”

Gaji boleh selangit, tapi gaya hidup tetaplah membumi. Paksa diri untuk mau hidup susah atau sederhana dan minimalis. Jangan termakan gengsi lebih-lebih yang dipengaruhi oleh teman sekitar. Kalau temanmu mampu setiap hari makan di restoran, beranikan diri untuk bilang tidak ikut saat diajak patungan order online atau diajak makan bersama.

Sebaiknya, jangan ada kamus “tanggal tua” di hidupmu dengan mengakalinya dengan setiap hari makan-makanan yang enak, bergizi, namun harganya sesuai kantong. Kesehatanmu juga perlu dijaga, jangan awal bulan makan pizza tapi akhir bulan makan mie goreng. Hal ini tidaklah ideal.

Hidup sederhana dan minimalis juga bisa kamu lakukan dengan berburu promo, membawa botol air minum ketika keluar rumah, bawa bekal, jual barang yang tidak dibutuhkan, serta gunakan transportasi umum.

4. Jangan lupa menabung ketika gajian masuk


Terapkan strategi 20% dari uang gajian untuk tabungan. Dua acungan jempol untuk kamu yang bahkan bisa menabung di tanggal tua alias ada uang sisa yang bisa ditabung. Patuhi strategi yang sudah kamu jalankan dan catat setiap pengeluarannya.

Dengan mencatat dan menganalisis, kamu bisa menentukan sehemat apa bulan ini dan menentukan target berapa besar kebutuhan untuk bulan depan. Proyeksi ini juga berlaku untuk masa depan bertahun-tahun selanjutnya.

5. Jika kamu pekerja, gunakan fasilitas yang sudah disediakan kantor

kantor google

Tidak semua kantor seperti kantor Google yang memfasilitasi karyawannya dengan laundry, gym, kantin dengan makanan yang serba enak, billiard, dan lain-lain. Namun seharusnya setiap kantor memiliki fasilitas yang bisa kamu gunakan.

Setidaknya Wifi, gunakan Wifi kantor untuk browsing, matikan mobile data saat di kantor. Fasilitas olahraga dari kantor dengan teman-teman sekantor, yang membuatmu sehat dan hemat karena tidak harus menyewa gedung badminton dengan uang sendiri, misalnya.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk hidup hemat. Jangan boros memenuhi keinginan yang tak perlu. Ingat, sedekah dan hemat itu pangkal kaya.



Love This Post

4 Kesalahan yang Perlu Kamu Perbaiki Agar Bisnis Kamu Tidak Sepi Peminat

Menjalankan bisnis sendiri memang penuh tantangan dan risiko. Kamu tidak mungkin tidak merasakan kegagalan, namun kamu bisa meminimalisir kegagalan dengan beberapa strategi. Tentunya, strategi-strategi bisnis ini harus kamu gali dan pelajari kapanpun, lewat apapun, dengan siapapun.

Sayang kalau bisnis yang sudah kamu jalankan dengan memakan modal yang besar termasuk dana, waktu, dan tenaga harus menanggung masalah sepi peminat. Rezeki memang sudah ada yang mengatur tapi kalau bisnismu sepi peminat tak berkesudahan, ya tidak boleh dibiarkan.

Berikut adalah 4 kesalahan yang harus kamu perbaiki agar bisnis tidak sepi peminat.

1. Penentuan target pasar yang salah

Kesalahan umum yang terjadi jika bisnis sepi peminat adalah penentuan target pasar yang salah. Coba kupas dan bedah lagi target pasar dalam bisnismu, apakah strategi dan operasional yang selama ini kamu jalankan sudah sesuai dengan karakteristik pasar?

Jika belum, maka kamu harus atur ulang strategimu. Fenomena besar yang baru saja terjadi menimpa salah satu TV swasta adalah tentang penentuan target pasar dan kompetitor. Target pasarmu mungkin benar, caramu menawarkan bisnis juga sudah dianggap mendekati pasar, namun kompetitor juga tidak kehabisan cara untuk bersaing dengan bisnismu.

Ada dua opsi untuk mengatasi masalah ini yakni mereka ulang strategi yang lebih sesuai dengan keinginan pasar atau yang lebih ekstrim adalah mengganti target pasar. Penentuan target pasar ini hal awal yang sangat penting yang akan berpengaruh pada banyak lini bisnis.

Misalnya kamu berjualan popok bayi, berarti target pasarmu adalah ibu-ibu. Kamu berjualan lewat Instagram tapi kamu melakukan promosi pada akun-akun lawak atau endorse selebgram yang asal terkenal, tags tidak sesuai, dan memanggil pelanggan dengan sebutan “guys” atau semacamnya.

Banyak hal yang harus dianalisis mengenai target pasar. Bisnis seharusnya ramai peminat jika target pasarmu tepat karena kamu beranggapan bahwa produk atau jasa ini pasti dibutuhkan oleh target pasarmu.

2. Tidak mencantumkan deskripsi dan gambar produk secara detail

Ada hal-hal yang terlihat sepele padahal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness). Jika kamu bermain di e-commerce atau media sosial, kamu sebaiknya melengkapi deskripsi gambar dan produk secara detail.

Soal ini, banyak tools yang bisa membantu kamu dalam mengoptimasi produk. Contohnya, tools Tubics untuk membantu mengoptimasi YouTube. Kamu akan diarahkan untuk membuat deskripsi dengan baik dan benar. Kata kunci yang dibidik diletakkan di awal, ada link ke luar, minimal 500 kata, kesesuaian tags, dan lain-lain.

3. Kurang melakukan promosi

Alasan mengapa bisnis sepi pelanggan adalah mungkin kamu kurang melakukan promosi. Berinvestasi di kegiatan promosi itu penting untuk menarik pelanggan. Zaman sekarang, kamu bisa menggunakan media sosial untuk promosi. Memasang iklan dengan Facebook ads, Instagram ads, YouTube ads, atau Google ads.

Iklan di media online bisa diatur dan dianalisis secara langsung trafiknya. Kamu juga bisa melakukan promosi secara offline seperti mengikuti bazar, membuka booth di acara-acara seminar, workshop, menjadi sponsor kegiatan CSR, dan lain-lain.

4. Pelayanan yang kurang respon ketika terjadi komplain

Terlalu tua kalau kamu masih menganggap pelanggan adalah raja. Pelanggan bukan raja yang harus terpenuhi segala keinginannya dan kamu sebagai pihak penjual bukan budaknya. Namun, segala ulasan, komentar, testimoni, apalagi komplain tentang baik buruk usahamu dari pelanggan tidak boleh kamu hiraukan.

Pelayanan yang baik adalah kunci bagaimana bisnismu akan berkembang di masa depan. Nilai ini harus kamu tanamkan dan menjadi budaya bisnis atau perusahaan kamu. Usahakan selalu fast response, miliki admin atau customer service yang ramah dan sabar. Pelayanan ini seringkali menjadi hal yang akan diingat pelanggan di samping kualitas produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Nah, jika kamu sudah mau berbenah dengan memperbaiki segala kesalahan, segeralah menganalisis hasilnya. Tentukan target dan inovasi yang membangun perkembangan bisnis. Terpenting,kamu harus memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi dan jangan mudah patah semangat!



Love This Post

Agar Medsos Bisnis Kamu Terkenal, Inilah 5 Langkah yang Harus Dilakukan Ketika Membangun Tim Medsos!

Memiliki bisnis tanpa memiliki media sosial? Wah, hati-hati ketinggalan zaman. Media sosial saat ini merupakan senjata ampuh bagi bisnis untuk meningkatkan awareness dan mencari massa.

Tidak dipungkiri, kehadiran media sosial sangat penting untuk menunjang keberhasilan bisnis. Namun, memiliki media sosial tidak boleh asal posting. Ada strategi-strategi yang harus kamu lakukan agar media sosialmu tidak sekedar akun gaya, lebih dari itu, media sosial sebagai investasi bisnis.

Hal penting yang harus kamu bangun ketika ingin memiliki media sosial adalah mempersiapkan tim. Tim media sosial yang kompak, up to date, berwawasan luas, dan cermat dalam menganalisis data dapat membuat bisnis kamu terkenal dan berkembang.

Simak 5 langkah berikut untuk membangun tim medsos.

1. Kenali situasi bisnis kamu


Sebelum kamu mulai merekrut tim media sosial kamu harus pintar-pintar meninjau situasi bisnismu.

Tiga hal yang harus kamu perhatikan adalah budget, sumber daya manusia, dan perlengkapan yang dibutuhkan tim media sosial.

Perkara budget, kamu harus menentukan berapa dana yang ingin kamu keluarkan untuk berinvestasi di media sosial. Menggaji tim media sosial, meningkatkan skill tim, biaya iklan, serta perangkat atau tools.

Kemudian soal SDM, adakah tim kamu yang sebelumnya tidak memegang media sosial bisa dipercaya untuk mengaturnya? Jika ada, kamu tidak perlu merekrut lebih banyak orang lagi. Mungkin hanya satu orang Social Media Manager. Kamu juga harus membekali tim media sosial dengan beberapa seminar, workshop, atau online course.

Tidak kalah penting, perlengkapan yang dibutuhkan juga harus kamu pertimbangkan agar media sosial beserta timmu dapat berjalan maksimal. Perlengkapan yang dibutuhkan seperti kamera, laptop, Adobe Photoshop, Instagram analytic tools, Follow liker, dan lain-lain.

2. Tulis apa saja tujuan dibuatnya akun media sosial untuk bisnis

Sebagaimana kamu merancang bisnis secara keseluruhan, kamu juga harus menentukan tujuan menggunakan media sosial untuk bisnismu itu apa. Apakah hanya sekedar portfolio, layanan customer care, branding, atau memang fokus jualan di media sosial. 

Tunjuk pula media sosial apa yang cocok untuk bisnismu. Apakah Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dan lain-lain. Setiap media sosial punya karakter yang berbeda. Tidak semua media sosial cocok untuk setiap industri atau bisnis.

Pengaturan tujuan ini penting untuk menentukan seperti apa tim yang kamu inginkan nantinya. Keterampilan apa yang harus dikuasai oleh tim media sosialmu. Serta berguna untuk menentukan target pencapaian (KPI) tiap bulannya. 

3. Tentukan berapa orang yang akan mengelola

Berkaitan dengan poin di nomor 1, budget dan SDM yang ada juga sangat menentukan berapa orang yang kamu butuhkan untuk mengelola media sosial bisnismu. Tentukan ukuran tim sesuai dengan tujuan membuat media sosial.

Biasanya tim media sosial minimal terdiri dari tiga orang, berikut adalah beberapa posisi yang dibutuhkan untuk tim media sosial yang komplit:

A. Social Media Admin

B. Social Media Strategist

C. Social Media Manager

D. Social Media Analyst

E. Photographer & Videographer

F. Video Editor

G. Graphic Designer

4. Tentukan peran setiap anggota dalam tim media sosial

Berdasarkan poin nomor 3, kamu harus menentukan peran masing-masing anggota tim dengan melihat ahlinya di bagian apa. Untuk menentukan peran ini, kamu bisa melihat karakternya serta bisa memberikan tes tentang pengelolaan media sosial.

Berikut adalah peran berdasarkan posisi di media sosial:

A. Social Media Admin: posting, menjawab komentar, berinteraksi dengan pelanggan

B. Social Media Strategist: membuat konten, mengatur jadwal, menciptakan ide-ide baru seperti kompetisi, gimmick, dan lain-lain

C. Social Media Manager: membawahi dan menengahi semua anggota tim, melakukan riset kompetitor, menentukan tema media sosial, dan mengatur semua kebutuhan anggota tim terkait divisi media sosial

D. Social Media Analyst: melakukan analisis media sosial, investigasi, laporan bulanan, menentukan target apa yang harus dicapai

E. Photographer & Videographer: melakukan dokumentasi foto dan video produk, profil perusahaan, dan liputan testimoni pelanggan

F. Video editor: melakukan penyuntingan video

G. Graphic designer: melakukan penyuntingan gambar dan foto

5. Bentuk budaya kerja dan workflow tim

Terlihat sepele padahal penting, budaya kerja dan workflow tim sangat dibutuhkan demi keberhasilan optimasi media sosial untuk bisnis. Setiap anggota tim harus memprioritaskan pekerjaan sesuai dengan job description.

Pastikan proses penggarapan media sosial berjalan sesuai workflow. Kamu bisa menentukan di awal atau memberi arahan pada Social Media Manager. Biasanya, workflow bisa berubah-ubah sesuai dengan kenyamanan tim.

Sudah siap untuk memulai optimasi media sosial? Semoga bermanfaat dan semoga mendapatkan tim media sosial yang handal dan berkualitas ya!




Love This Post

Ingin Konferensi Pers Berjalan Sukses Tapi Bingung Caranya? Terapkan 7 Langkah Cermat Ini!

Konferensi Pers, acara khusus yang banyak melibatkan praktisi PR ini bertujuan untuk memberikan informasi, menjelaskan, menyebarluaskan, mengumumkan, mempertahankan atau mempromosikan kebijakan dengan maksud untuk mengukuhkan pengertian dan berharap publik menerima apa yang disampaikan. Kamu sudah pernah melakukannya, belum?

Konferensi pers dilakukan untuk kegiatan yang bersifat penting dan darurat. Misalnya memberikan klarifikasi seperti para artis, product launching, peluncuran kampanye iklan terbaru, sebelum dan setelah pertandingan seperti praktisi olahraga, pengumuman laporan perusahaan, research report, media gathering, rebranding, dan lain-lain. 

Banyak teknik dan strategi yang harus dipersiapkan agar konferensi pers bisa berhasil. Caranya? Simak ulasan berikut!

1. Pilih hari yang tepat

Menentukan waktu soal kapan akan menggelar konferensi pers itu perlu. Hari dan jam yang kamu pilih harus tepat. Tujuannya sederhana, agar apa yang akan kamu sampaikan itu bisa dihadiri oleh seluruh tamu undangan. Semakin banyak yang hadir, semakin populer, semakin besar peluang berhasilnya konferensi pers.

Seringnya, hari Rabu dan Kamis di siang hari sering dianggap sebagai waktu yang tepat karena awak media sedang on fire dalam memburu berita. Namun konsekuensinya, kamu harus siap terima kalau apa yang kamu sampaikan akan delay sebab bertabrakan dengan konferensi pers pihak lain.

Jangan lupa untuk mengirim undangan kepada awak media dan para tamu lainnya minimal tiga hari sebelum acara berlangsung ya. Akan lebih baik lagi kalau kamu konfirmasi ke tamu undangan: sudah terima undangan atau belum dan bersedia hadir atau tidak.

2. Undang media yang dikenal luas dan sesuai

Seorang Public Relations profesional pasti paham nih. Mengundang tamu untuk konferensi pers harus tepat sasaran. Bukan sekedar media besar tapi juga media yang tepat dan terkait. Prinsip ini harus terus dipegang sebab masing-masing jurnalis dan media memiliki kompetensi yang dipresentasikan sesuai dengan rubrik atau tanggung jawabnya.

Contohnya ketika tim sepakbola akan menggelar konferensi pers, nggak mungkin kan mengundang majalah Trubus atau Tabloid Pulsa. Tamu undangan ibarat target pasar, pastikan itu sesuai agar konferensi pers berjalan lancar.

3. Pilihan tempat dan waktu yang cocok

Setelah menentukan hari dan undangan, pemilihan tempat juga tidak kalah penting. Kalau bisa, gunakan tempat yang strategis dengan ruang yang cukup luas untuk menampung seluruh tamu undangan. Di sini tentu kamu harus beranggapan positif kalau semua tamu undangan akan hadir, ya.

Kamu nggak harus melakukan di kantor atau perusahaan kok. Suasana beda di tempat yang nyaman seperti rumah makan, cafe, ballroom hotel bisa mendukung keberhasilan konferensi pers. Pertimbangkan pula soal perlengkapan seperti sound system, LCD (bila perlu), microphone, AC, dan lain-lain.

Pukul 10.00-15.00 adalah waktu yang tepat dan sesuai yang sudah populer. Kisaran waktu ini banyak digunakan oleh perusahaan besar untuk menggelar konferensi pers. Waktu ini sesuai dengan ritme kerja para jurnalis dalam memburu berita.

4. Tentukan key message yang ingin disampaikan

Key message alias pesan inti merupakan hal yang paling diburu jurnalis dan para tamu undangan. Tentukan sejak awal dan fokuslah terhadap inti persoalan. Apa yang sebenarnya ingin kamu utarakan?
Penting juga untuk mengatur cara penyampaian pesannya. Pastikan apa yang akan kamu sampaikan memiliki news value. Syukur-syukur kalau kamu bisa memberikan enlightenment atau pencerahan kepada media. Jika hal ini terpenuhi, informasi yang kamu sampaikan ini tidak hanya berguna untuk kamu tapi juga berguna bagi pihak yang kamu bidik.

5. Menunjuk narasumber dan atau juru bicara

Poin penting yang dibutuhkan awak media adalah kredibilitas berita. Oleh karena itu, penunjukan narasumber atau juru bicara harus tepat. Datangkan direktur utama langsung atau pejabat penting lainnya untuk menunjukkan bobot berita dan keseriusan dalam konferensi pers.

Sebaiknya, tim PR juga menyiapkan narasumber dari pihak luar sebagai key opinion leader untuk dapat memperkuat isi pesan yang akan disampaikan. Jangan asal memilih orang terkenal atau berpengaruh saja. Sosok dari luar yang kamu tunjuk harus merupakan figur penting dan berkaitan dengan isi pesanmu ya. 

6. Disiplin pada rundown yang sudah dibuat

Isi dari konferensi pers biasanya dimulai dengan pembukaan, penyampaian pesan, lalu sesi tanya jawab. Dengan durasi waktu sekitar 2-3 jam, kamu harus mematuhi rundown yang telah kamu buat. Moderator harus mengerti timing, akan ada waktu-waktu efektif di mana para tamu undangan dan jurnalis sedang bersemangat.

7. Evaluasi

Evaluasi merupakan bagian akhir yang off the record tapi penting. Adanya evaluasi dapat menyempurnakan keberhasilan sebuah konferensi pers. Tiga hal pokok kesuksesan konferensi pers dapat diukur dari jumlah media yang hadir, jumlah berita yang disebarkan, dan isi berita yang muncul apakah benar atau menyimpang (misleading) dari key messages yang sudah disampaikan.

Tujuan evaluasi adalah untuk menganalisis hal-hal apa saja yang kurang, yang salah, yang bisa dijadikan pelajaran, dan yang perlu diperbaiki di masa mendatang. Dengan evaluasi, harapannya jika suatu saat kamu akan menggelar konferensi pers lagi bisa lebih baik dan lebih berhasil.

Dengan menerapkan 7 langkah sederhana menuju konferensi pers sukses, kamu tak perlu bingung lagi. Matangkan persiapan dan langsung saja undang awak media. Semoga sukses!

Love This Post

8 Prinsip yang Wajib Diterapkan untuk Menggapai Kesuksesan dalam Bisnis

Pebisnis mana yang tidak ingin sukses dengan bisnisnya? Siapa yang tidak bercita-cita ingin sukses? Semua orang pasti ingin sukses. Namun, apakah semua orang sudah menjalankan hal-hal positif untuk meraih kesuksesannya? Belum tentu.

Menggapai sukses pada bisnis tidak bisa instan, Hepi People. Kamu butuh waktu, bahkan butuh gagal. Adapun beberapa prinsip hidup yang wajib kamu terapkan agar semakin mudah menggapai sukses dalam bisnis adalah sebagai berikut.

1. Selalu belajar ketika bekerja

Tahu kan maksudnya belajar ketika bekerja? Ya, pebisnis jangan asal bekerja. Pahami dan pelajari apa-apa yang kamu kerjakan. belajar dari pengalaman sambil menikmati prosesnya. Dengan terus belajar, perlahan tapi pasti yakinlah kalau bisnismu bisa sukses.

2. Membangun sistem untuk memudahkan pekerjaan

Sistem bisnis yang baik akan berdampak pada masa depan bisnismu serta dapat meminimalisir masalah. Contohnya seperti pola pembagian kerja, apa yang harus dilakukan dan apa yang dilarang, flow bisnis dari pemasaran, operasional, hingga penjualan, dan lain-lain. Kamu tidak perlu pusing memikirkan bagaimana mengendalikan atau membuat sistem bisnis ini. Zaman sekarang, banyak kok business tools yang akan membantu kamu membuat sistem bisnis.

3. Uang jadi lebih bernilai ketika didapatkan dengan kerja keras

Kerja keras memang terkadang melelahkan. Ada yang butuh diperjuangkan, ada yang harus direlakan. Tapi kalau kamu bekerja keras, rasakan ketika mendapat keuntungan pasti rasa puasnya beda. Uang jadi lebih bernilai.

4. Tak mudah menyerah

Orang yang berbisnis pasti akan mengalami masa-masa sulit. Ada kalanya pula kamu gagal dalam suatu hal. Tapi pebisnis sejati yang ingin sukses memiliki watak pantang menyerah. Trust the process, kalau kamu mudah menyerah di tengah-tengah saat belum mencoba seluruh strategi bisnis, bagaimana bisnismu bisa sukses?

5. Merekrut orang terbaik

Bisnis sukses didukung oleh tim yang solid. Oleh karenanya, karyawan adalah aset berharga dalam bisnis. Usahakan tidak sembarang merekrut orang, kamu harus menyaring karyawan. Rekrut orang terbaik, ajak mereka untuk mau semangat bekerja mengembangkan bisnis. 

6. Memperhatikan konsumen

Tidak kalah penting, konsumen juga harus kamu perhatikan. Buatlah konsumen loyal dan melakukan repeat order. Artinya, bukan hanya produk atau jasa yang harus kamu jual tapi juga value atau nilai, perihal yang tidak bisa dinilai dari uang. Tidak harus memperlakukan seperti raja, namun cobalah untuk selalu memberikan pelayanan terbaik.

7. Kolaborasi dengan pebisnis lainnya

Kalau kamu sudah berani naik satu level dari zona nyamanmu, saatnya berkolaborasi dengan pebisnis lainnya. Pastikan kamu memilih orang yang tepat ya, Hepi People. Kriteria tepat pun sulit ditebak, yang penting kamu percaya dan saling bisa mengandalkan.

Kolaborasi juga bisa berarti mencari mitra dan stakeholder. Dengan berkolaborasi, harapannya bisnismu akan semakin meraih keuntungan lebih.

8. Selalu berinovasi

Inovasi dalam bisnis perlu dilakukan secara bertahap. Jika bisnismu sudah stabil, kamu perlu berinovasi agar tidak bosan. Inovasi baru tidak melulu berbentuk produk baru, tapi bisa juga dengan pelayanan dan kenyamanan ekstra agar konsumen lebih loyal terhadap bisnismu.

Itulah 8 dari sekian banyak tips untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis. Teruslah melakukan hal-hal positif yang tidak merugikan orang lain ya, Hepi People. Kalau sudah sukses, jadilah orang yang inspiratif dan jangan pelit untuk berbagi dengan orang lain. Semoga sukses!

Love This Post

Pengin Kerja Kantoran Sekaligus Berbisnis? Inilah Cara Untuk Membagi Waktu Agar Berjalan Lancar

Selagi berada di usia produktif untuk bekerja, boleh banget lho memanfaatkan waktu dan tenagamu untuk menambah pundi-pundi pemasukan. Terlebih jika kamu seorang pekerja kantoran yang kadang bosan mengerjakan hal yang itu-itu saja. Kamu bisa mulai membangun bisnis atau usaha sendiri.

Tapi, bagaimana dengan kerjaan kantor? Bagaimana jika nanti bisnis terbengkalai karena sibuk urusan kantor? 

Kalau itu masalahmu, berarti tugasmu adalah dengan memanajemen waktu sebaik-baiknya. Caranya? Simak ulasan berikut.

1. Pilih bisnis sesuai dengan kemampuan

Memulai bisnis di tengah kesibukan kantor merupakan keputusan yang cukup menantang. Agar kamu mudah menjalankannya, kamu sebaiknya memilih bisnis sesuai kemampuan, kemauan, minat, dan bakat. 

Kalau bisnis yang kamu pilih jauh dari ketertarikanmu, dikhawatirkan akan berhenti di tengah jalan sebab kamu tidak ada passion dalam menjalaninya. Bisnis sampingan sebaiknya yang porsi berpikirnya lebih ringan daripada kerjaan di kantor.

Contohnya, jika kamu hobi motret kamu bisa bisnis buka jasa fotografi. Mungkin juga bisnis menjahit, tapi dengan jumlah order dan deadline yang harus kamu batasi setiap bulannya. Banyak yang bisa kamu pilih, kalau kamu masih bingung coba gali lagi hobimu, siapa tahu ada yang bisa jadi peluang bisnis.

2. Tak perlu modal besar, pilih bisnis bermodal minim

Masalah pertama (dan mungkin utama) untuk memulai bisnis sendiri biasanya adalah soal modal. Kalau kamu pekerja kantoran, sebaiknya pilih bisnis bermodal minim. Sisihkan gaji dan atur keuangan kamu agar bisa mengawali bisnis.

Di awal merintis, pilih bisnis kecil-kecilan dulu. Lakukan dengan telaten meskipun harus trial and error. Contohnya jika kamu hobi dagang, kamu bisa mulai dengan menjadi dropshipper.

3. Gunakan waktu akhir pekan untuk mengelola bisnis

Akhir pekan adalah waktu emasmu untuk lebih fokus pada bisnis sampingan. Di sini kamu tidak dituntut untuk ‘berpikir berat’ melainkan kamu bisa menghabiskan akhir pekanmu dengan mengisi kegiatan untuk menunjang bisnis seperti mengikuti seminar, sharing santai dengan teman sesama pebisnis, atau coba kepo-in kompetitor.

Jangan lupa untuk tetap bersantai agar otakmu bisa kembali segar di hari Senin ya. Intinya, lakukan pekerjaan akhir pekan yang ringan tapi tetap berfaedah.

4. Buat dan atur jadwal

Scheduling ini penting untuk dilakukan agar pekerjaan di kantor dan bisnis sampingan tidak bentrok. Penting juga untuk mengelola kemampuan otak dalam berpikir sistematis.

Kalau awalnya kamu bukan tipikal orang yang in order, jika sudah berbisnis cobalah untuk membuat jadwal. Kapan kamu harus bekerja, kapan kamu harus berbisnis, istirahat, dan lain-lain. Buatlah sedetail mungkin agar kamu semakin mudah untuk mengatur waktu.

5. Minta bantuan ke orang terdekat dan terpercaya

Ya, dengan tangan orang lain yang dekat dan terpercaya semua akan terasa ringan. Kamu bisa meminta bantuan mereka untuk menjalankan bisnismu selagi kamu kerja. Contohnya istri atau mungkin saudara. Namun, ini opsional saja. Jika kamu merasa masih mampu mengelola sendiri, kenapa tidak?

6. Fokus dan jangan suka menunda

Gampang-gampang susah untuk fokus ke dua hal. Kamu dituntut untuk sukses di kantor, di satu sisi juga ingin bisnis sampinganmu sukses. Untuk mencapai keduanya, patuhilah jadwal yang sudah kamu atur. Selesaikan tugas satu per satu dimulai dari yang termudah.

Soal kepribadian yang suka menunda juga sebaiknya tidak lagi kamu miliki. Waktumu berharga, jika kamu di kantor maka berusahalah untuk menuntaskan pekerjaan kantor saat itu juga. Jika senggang, boleh menjalani urusan bisnis asal tetap dalam porsi yang kamu mampu.

Bekerja kantoran sekaligus memiliki bisnis sampingan itu wajar, ‘kan sifat manusia selalu ingin yang lebih. Hal ini baik dilakukan, asal kamu bisa mengelola waktu dengan baik. Ikuti tips yang sudah Hepi Inc jelaskan ini tadi ya, agar kamu nggak kelabakan baik saat di kantor maupun di rumah. Semangat, Hepi People!

Love This Post

5 Trik Cermat Kembangkan Brand dengan Budget Marketing Minim

Sebuah brand butuh berkembang. Kita tahu itu. Tapi bagaimana jika kita hanya memiliki modal yang tak cukup banyak, bahkan pas-pas-an?

Baik, yang kita butuhkan adalah strategi dan semangat untuk belajar. Di sini kamu perlu atur, strategi pemasaran apa yang kira-kira cocok untuk diterapkan ke brand-mu tanpa harus mengeluarkan budget banyak.

Kamu bisa rutin sharing dengan teman yang sama-sama punya bisnis, tanya jawab langsung ke konsultan bisnis, atau sering-sering baca artikel tips dan trik bisnis seperti ini. Kali ini, Hepi Inc akan menjelaskan langkah-langkah cermat yang harus kamu tempuh untuk mengembangkan brand dengan budget minim. Simak terus ya!

1. Tentukan pesan yang ingin disampaikan kepada pelanggan

Hal fundamental yang harus kamu lakukan adalah menentukan pesan apa yang ingin disampaikan. Ini merupakan langkah awal yang penting untuk membentuk brand awareness. Tanyakan pada dirimu: kamu ingin brand-mu diingat sebagai apa atau seperti apa? 

Pesan yang dimaksud di sini meliputi segala hal yang ada pada brand-mu. Pesan biasanya disampaikan melalui kata-kata secara tekstual atau logo secara visual. Pesan tidak hanya seputar produk atau jasa yang kamu tawarkan tapi juga dapat mewakili kepercayaan, prinsip, visi, misi bahkan budaya brand. Sebaiknya, sampaikan pesan melalui cara-cara yang luwes agar mudah diterima ya.

2. Melakukan survey

Setelah menentukan apa isi pesan, langkah berikutnya adalah memikirkan bagaimana cara menyampaikan isi pesan tersebut. Caranya tentu ada banyak. Tapi untuk mengetahui cara apa yang paling pas digunakan untuk brand, kamu harus melakukan survey.

Survey untuk mengembangkan brand ini dapat meliputi apapun, Hepi People. Namun, tetap prioritaskan pada survey yang paling kamu butuhkan terlebih dahulu. Di tahap ini, kamu perlu survey pasar atau survey pelanggan.

Survey pelanggan bisa dilakukan secara online atau offline, tergantung siapa target pasar yang ingin kamu bidik. Adapun tiga jenis pelanggan yang sangat perlu kamu survey adalah pelanggan pertama, pelanggan ‘impian’, dan mantan pelanggan. Pertanyaan mendasar seperti bagaimana kesan mereka terhadap brand-mu, masalah apa yang dialami mereka terkait brand-mu, dan solusi apa yang diinginkan.

Meski memerlukan waktu yang cukup lama, tapi langkah ini sangat penting untuk brand-mu dalam jangka panjang lho.

3. Dapatkan pelanggan secara gratis dengan media sosial

Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menggaet pelanggan secara gratis. Untuk mendapatkan pelanggan secara gratis melalui media sosial, tentunya kamu perlu mengeluarkan effort lebih. Misalnya, menggunakan akun pribadimu sebagai sarana awal untuk mengenalkan brand ke teman dan kerabat. Lalu, mengoptimalkan fitur-fitur bawaan di platform media sosial tersebut untuk berpromosi.

Contohnya jika brand-mu ‘bermain’ di Instagram, kamu bisa meluaskan jangkauan postinganmu dengan menggunakan hashtags yang relevan, berkomentar pada calon pelanggan, dan tarik minat calon pelanggan dengan memberinya likes.

4. Buat atau ikuti acara offline seperti pameran atau bazar

Cari kegiatan offline yang kira-kira pengunjungnya sesuai dengan target pasar. Kemudian ikuti kegiatan tersebut entah pameran, bazar, workshop, dan lain-lain. Di sini mungkin kamu akan mengeluarkan sedikit budget marketing. Tapi tenang saja, acara yang sesuai dengan target pasar itu worth to fight for! 

Budget ini mungkin akan kamu gunakan untuk mencetak brosur atau menyewa booth. Kalau di kegiatan offline yang sifatnya besar, usahakan brand-mu tampil outstanding ya. Syukur-syukur kalau bisa diliput secara gratis oleh media.

5. Selalu ukur dan pelajari

Setelah kamu melakukan berbagai cara untuk mengembangkan brand dengan budget minim tersebut, cobalah untuk menganalisis. Poin mana yang paling berhasil, poin mana yang terlalu memakan banyak effort sementara hasilnya tidak terlalu memuaskan, apa yang harus kamu benahi, dan lain-lain.

Penting untuk mengetahui sudah sejauh mana keberhasilan brand-mu. Kamu juga harus terus belajar baik dari kesalahan maupun dengan ilmu-ilmu baru tentang bisnis setiap harinya. 

Perlahan tapi pasti, semoga dengan menerapkan kelima trik ini brand-mu bisa terus berkembang ya. Semangat, Hepi People!

Love This Post

Berencana Jadi Influencer Terkenal? Yuk, Terapkan 7 Tips Ini Agar Cepat Terkenal

Menjajal profesi influencer? Kenapa tidak! Menjadi influencer tak melulu untuk mengejar kepopuleran semata, banyak sekali hal positif yang bisa kamu dapatkan ketika menjalani profesi ini.

Misalnya, jika kamu seorang seniman atau berkecimpung di dunia seni, menjadi influencer bisa menjadi jalan untuk menyuarakan karya unik atau pemikiranmu pada dunia.

Kamu seorang fashion addict? Jangan sembunyikan bakatmu, pamerkan pada semua orang keahlianmu dalam melihat tren fashion atau bahkan menciptakan tren terbaru.

Suka membuat tulisan yang bisa membangkitkan semangat atau menghibur orang? Tak ada salahnya untuk berbagi kebaikan dengan menyebarkannya.

Begitulah seharusnya influencer, memberikan influence atau impact pada masyarakat dengan membagikan hal bermanfaat.

Nah, keuntungan lain yang didapat, sesuatu yang tadinya hanya sebuah hobi bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Nilai plus-nya lagi, kamu melalui ide-ide kreatifmu jadi lebih dikenal oleh banyak orang. Lumayan, bukan?

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk menjadi seorang influencer? Kamu mungkin bisa mencoba langkah-langkah ini agar bisa menjadi influencer yang menginspirasi banyak orang.

1. Ketahui apa kelebihan dan minat kamu

Sebelum menjajal profesi ini, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan ‘tema’ besar yang ingin disampaikan. Maksudnya, apa sih yang ingin kamu bagikan untuk audience-mu kelak?

Tentu saja hal tersebut harus berkaitan dengan sesuatu yang kamu minati atau setidaknya sesuatu yang betul-betul kamu kuasai. Karena akan sulit jika kamu menjadi influencer yang ‘ikut-ikutan’ tren.  Bukannya tidak mungkin, tapi jika tidak menguasai dengan baik bidang tersebut, kamu akan sulit berkompetisi dengan influencer lain.

2. Membagikan banyak ilmu atau pelajaran

Seperti yang sudah Hepi Inc. singgung sebelumnya, seorang influencer harus membagikan sesuatu yang bermanfaat pada audience. Tak hanya meramu konten dengan menarik, apa yang ada dalam konten juga harus mengandung sesuatu yang bermanfaat atau relevan untuk keseharian.

Misalnya, membagikan ilmu tentang makeup dan skincare, membagikan rahasia menarik seputar masak-memasak, tips marketing atau public speaking mungkin, atau apa pun yang sesuai minatmu dan bisa bermanfaat untuk orang lain.

3. Percantik feed instagram

Informasi atau konten yang disampaikan dengan menarik tentu lebih menarik perhatian banyak orang, Selain isi konten yang bermanfaat, kamu juga harus memperhatikan tampilan feed Instagram agar lebih menarik lagi. 

Tak ada salahnya untuk mulai belajar editing tools seperti Adobe Light Room, Photoshop, atau editing tools sederhana seperti VSCO dan Snapseed. Kamu juga harus konsisten mengupload konten yang sesuai dengan tema besarmu.

Misalnya, jika kamu fokus sebagai influencer traveling, bagikan hal-hal yang berkaitan dengan traveling saja. Jangan upload foto yang tak berkaitan di Instagram  saat sedang membangun branding-mu.

4. Mengikuti tren yang sedang hits

Sebagai influencer, kamu harus lebih peka dengan tren yang berkaitan dengan media sosial. Tren ini tak hanya yang berhubungan dengan tema konten yang perlu dibuat melainkan juga platform media sosial apa saja yang lebih diminati ke depannya.

Dengan begitu, kamu bisa menjajal variasi konten yang tentunya akan membantu dalam meraih jangkauan audience yang lebih luas.

5. Memperluas networking

Ingin akun media sosialmu dapat exposure yang lebih luas? Networking itu penting!Kamu bisa memperluas networking dengan rajin memberikan komen atau mengajak influencer lain berkolaborasi, misalnya.

Kamu juga bisa datang ke event yang sesuai dengan minatmu karena kemungkinan besar influencer lain akan hadir di sana. Tak ada salahnya kan untuk menjalin networking sekaligus menambah teman dan ilmu baru?

6. Konsisten dan selalu berinteraksi

Rahasia sukses menjadi seorang influencer adalah konsisten dalam mengunggah konten. Kamu bisa membuat rencana konten apa saja yang ingin diunggah setiap bulannya agar tahu kapan harus mulai membuat konten baru tanpa harus bingung mencari topik.

Konsistensi ini juga harus ada dalam konten kamu. Teruslah mengunggah konten berkualitas dan kalau perlu kualitas foto/videonya harus meningkat dari waktu ke waktu agar kamu tidak kalah saing dengan influencer lainnya. Menjadi influencer yang menginspirasi bukanlah hal yang bisa dilakukan dalam satu atau dua bulan saja. Terus gali ide kreatif agar kamu bisa menghasilkan konten terbaik dan bermanfaat sehingga bisa meng-influence audience secara positif.

Sumber: Glints

Love This Post

5 Tips Belajar Content Marketing Untuk Pemula

Bagi sebagian besar pemula yang baru terjun ke dunia bisnis atau baru merintis usaha, salah satu tantangan yang umum dihadapi adalah bagaimana cara membuat masyarakat mengenal bisnis yang tengah dijalani dan bagaimana membuat mereka tergiur agar ‘beralih’ menjadi customer.

Nah, pemasaran produk menjadi krusial dalam rangka memperkenalkan produk secara luas ke masyarakat. Di zaman yang serba digital seperti sekarang, strategi pemasaran yang dianggap paling efektif adalah melalui content marketing.

Bedanya dengan strategi pemasaran ‘tradisional’, di sini pelaku usaha tidak menawarkan produk dan jasa secara langsung. Mereka akan mengemas ‘promosi’ tersebut ke dalam sebuah konten yang apik, bermanfaat, dan relevan sehingga masyarakat merasa butuh untuk mengakses barang atau jasa tersebut.

Dengan kata lain, isi dari content marketing bukanlah penawaran produk secara gamblang, tetapi menginformasikan barang atau jasa semenarik mungkin sehingga orang yang melihat atau menonton penasaran. Nah, jenis konten yang digunakan bisa beragam, mulai dari website, inforgrafis, video, hingga buku.

Menerapkan strategi content marketing sebetulnya gampang-gampang susah. Bagi kamu yang baru menjalankan bisnis atau usaha dan ingin menjadikan content marketing sebagai strategi pemasaran, Hepi Inc. akan mengulas beberapa trik agar bisa sukses menerapkannya. Simak, yuk!

1. Tetapkan tujuan yang jelas dan bisa terukur

Strategi apa pun akan lebih mudah dijalankan jika ada tujuan yang jelas dan bisa diukur. Begitu juga saat menerapkan content marketing, kamu harus tahu terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai nanti apa sih?. Dengan begitu akan lebih mudah menentukan apa saja yang harus dilakukan dan sumber daya apa saja yang dibutuhkan.

Nah, tujuan yang ingin dicapai juga sebaiknya bisa diukur agar kamu bisa membuat analisis dari masing-masing konten yang ingin digunakan, serta bisa menentukan langkah lain yang bisa ditempuh jika rencana tak berjalan sesuai rencana.

2. Kenali target audiens dan konten yang sesuai

Setelah tahu tujuan kamu dalam memasarkan barang atau jasa tersebut, langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah memahami calon pelanggan.

Siapa sih calon pelangganmu? Apa saja sih hal-hal yang tengah disukai oleh calon pelangganmu? Apa saja sih permasalahan yang dihadapi oleh calon pelangganmu?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan memudahkanmu dalam menentukan konten apa yang sesuai dan harus dikemas dalam bentuk apa untuk memenuhi target pelanggan yang diinginkan.

Untuk mendapatkan data ini, kamu bisa melakukan wawancara, survei, atau diskusi dengan teman/saudara yang kiranya memenuhi kriteria calon pelanggan bisnis/usaha  kamu. 

3. Perbanyak membaca untuk dijadikan referensi

Jangan pernah berhenti mencari inspirasi dari buku atau internet. Karena perkembangan konten itu cepat dan kamu harus selalu kreatif menghasilkan ide-ide segar.

Jangan hanya belajar dari konten yang linier dengan bisnis/usaha kamu, belajarlah dari konten-konten bidang usaha lain. Bisa saja kan kamu menemukan inspirasi dari sana dan kemudian mengolahnya agar bisa sesuai dengan topik bisnis kamu?

4. Buat konten dalam berbagai format

Melihat ketatnya bisnis dewasa ini, agar kamu bisa menjaring banyak target konsumen dari berbagai kalangan, buatlah konten dalam berbagai format sehingga bisa ditayangkan atau dibagikan di berbagai platform. Bisnis atau usaha kamu akan lebih menjagkau target konsumen yang luas dan lebih kompetitif.

5. Buatlah jadwal distribusi konten

Membuat rencana konten dan mengeksekusi konten dengan maksimal memang penting. Namun jangan  sampai lupa menentukan kapan sih konten tersebut harus dibagikan. Tentukan dan atur kapan saja kamu harus mempublikasikan konten dan pastikan bahwa jadwal tersebut rutin. Jangan terlambat atau tidak konsisten.

Kamu juga harus mempertimbangkan keberadaan hari-hari khusus atau hari besar. Karena ini bisa memaksimalkan distribusi konten yang diberikan. Misalnya, kamu membuka usaha makanan berbahan dasar cokelat. Pada momen Hari Valentine, Hari Cokelat Internasional, atau mungkin Hari Ibu, kamu bisa membuat konten khusus terkait hari tersebut.

Bisa dibilang, strategi content marketing  itu seperti mendayung dua pulau sekaligus, karena kamu tak hanya bisa mengenalkan produkmu secara luas tetapi juga membuat masyarakat ‘loyal’ pada konten-konten menarik dan relevan yang kamu tawarkan. Ini bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan konsumen yang lebih besar ke depannya.

Sumber: Mebiso.com

Love This Post