Walaupun Tanpa Pengalaman, 5 Pengusaha Ini Bisa Sukses!

pengusaha tanpa pengalaman

Jangan coba-coba berbisnis kalau enggak punya pengalaman…

Saran tersebut sebenarnya ada benarnya juga. Meskipun sekarang ini banyak orang yang dengan mudahnya membuka usaha sendiri dan sukses, tak semua orang bisa bernasib sama.

Namun juga sebaliknya, bisa saja orang yang enggak punya pengalaman sama sekali, berhasil membangun bisnisnya dari nol.  Tanpa pengalaman, semua mungkin tampak sulit dilakukan.

Akan tetapi, jika kamu punya niatan dan kemauan untuk belajar, mendirikan usaha sendiri tanpa pengalaman pun sepertinya bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Seperti pengalaman lima pengusaha sukses di bawah ini Hepi People.

Mereka memulai bisnis tanpa ada pengalaman berbisnis sama sekali dan hanya punya sedikit modal. Siapa sangka, kerja keras mereka ternyata berbuah manis. Siapa sajakah mereka?

1. Andrew Carnegie

Salah satu orang terkaya sepanjang sejarah dunia ini bukanlah orang yang terlahir dari keluarga kaya atau pernah belajar bisnis di bangku sekolah. Dia hanyalah seorang imigran yang putus sekolah dan menjalani pekerjaan lepas untuk menyambung hidup.

Yup, Andrew Carnegie sempat bekerja di pabrik kapas sebagai pemintal kapas. Dia kemudian bekerja sebagai operator telegraf di Pennsylvania Railroad Company. Di situ dia bertemu Thomas A. Scott yang mengajarinya banyak hal, termasuk menginvestasikan pendapatannya di perusahaan besi dan baja. Keuntungan yang didaptkan Andrew kemudian menjadi modal awalnya membangun industri baja-nya yang sukses.

2. John Paul DeJoria

Hepi People pasti kaget deh setelah tahu kalau miliarder John Paul Dejoria dulunya adalah seorang bandit dan gelandangan!

Lelaki keturunan Yunani-Italia-Amerika ini lahir dari keluarga miskin. Masa kecilnya dihabiskan dengan berjualan Koran dan kartu natal. Ketika remaja, dia menjadi bandit jalanan dan memiliki anak di usia yang sangat muda.

Karena harus menghidupi diri sendiri dan anaknya, John sempat menjadi pemulung botol bekas, supir truk, petugas kebersihan, penjaga toko, dan salesman. Pengalamannya sebagai salesman membangkitkan naluri bisnis dalam jiwanya. John  pun memberanikan diri meminjam modal untuk membangun bisnisnya sendiri.

Dia menggandeng temannya Paul Mitchell dan mendirikan John Paul Mitchell System, yang kini menjadi salah satu produsen sampo dan produk kesehatan rambut terkenal di AS.

3. Harland Sanders

Pemilik usaha waralaba KFC ini tak memiliki pengalaman sama sekali di bidang bisnis. Dia sempat mencoba peruntungan dengan berbisnis kapal feri dan lampu asetelin. Sayang, bisnis yang dijalani tersebut enggak berjalan mulus.

Dia kemudian bekerja sebagai salesman, tapi tak berlangsung lama karena perusahaannya bangkrut. Di tahun 1924, Sanders diminta untuk menjalankan salah satu stasiun pengisian bahan bakar milik Standard Oil of Kentucky. Lagi-lagi stasiun tersebut ditutup saat Depresi Besar.

Namun Sanders ditawari tempat di bekas pom bensin tersebut untuk menjalankan bisnis. Dia pun memilih bisnis masakan ayam goreng, meski enggak punya keahlian masak sama sekali. Sempat jatuh bangun, usaha masakan ayam goreng milik Sanders akhirnya berhasil sukses dan mendunia.

4. Joyce Hall

Sama seperti pengusaha sebelumnya, pendiri usaha kartu ucapan Hallmark ini bukanlah berasal dari keluarga kaya atau memiliki latar belakang di bisnis kartu ucapan. Akan tetapi Joyce Hall memiliki pengalaman berjualan parfum. Dari berjualan parfum dia kemudian memulai usaha bisnis kartu pos grosir ke toko-toko souvenir dan toko buku.

Sayangnya, kebakaran besar membuat semua persediaan kartu yang siap dijual ludes dan membuatnya rugi besar. Joyce Hall pun memutuskan membuat kartu ucapan sendiri. Dia meminjam sejumlah modal untuk membeli perlengkapan membuat kartu. Siapa sangka, berawal dari sebuah musibah, dia berhasil mendirikan perusahaan kartu ucapan miliknya sendiri.

5. Jan Koum

Menjadi imigran di Amerika sejak usia 16 tahun dan terpaksa makan dari kupon makanan program pemerintah. Ya, perintis aplikasi WhatsApp ini tak berasal dari dari keluarga pengusaha. Dia pun nggak mengenyam pendidikan formal di bidang ilmu komputer.

Namun ketertarikannya di bidang ilmu komputerlah yang membuat Jan Koum belajar ilmu komputer secara otodidak. Karena kemampuannya, dia berhasil menarik perhatian Yahoo! dan menjadi insinyur infrastruktur di sana. Setelah beberapa tahun bekerja di Yahoo! dia mulai membuat aplikasi sendiri dan meluncurkan WhatsApp di tahun 2009 silam.

Kisah pengusaha sukses di atas menjadi bukti bahwa tanpa pengalaman yang mumpuni, seseorang bisa menjadi pengusaha sukses.  Dan bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Mungkin Hepi People bisa mengikuti jejak orang-orang sukses di atas. Namun ingat, jangan pernah lelah untuk belajar hal baru, karena itulah kunci kesuksesan yang sebenarnya.

Love This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *